Beranda Daerah Ajak Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKNT IDBU 26 Edukasi Pemeriksaan Jentik Nyamuk...

Ajak Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKNT IDBU 26 Edukasi Pemeriksaan Jentik Nyamuk di Kalongan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 26 Desa Kalongan mengajak anak-anak mengenal pentingnya pemeriksaan jentik nyamuk dan penerapan 3M Plus

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 26 Desa Kalongan menggelar kegiatan edukasi pengenalan dan pemeriksaan jentik nyamuk bertajuk penerapan 3M Plus di Perumahan Delta Asri, RW 14 RT 06, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 26 Desa Kalongan menggelar kegiatan edukasi pengenalan dan pemeriksaan jentik nyamuk bertajuk penerapan 3M Plus di Perumahan Delta Asri, RW 14 RT 06, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur. (Foto : Dok KKN)

SEMARANG, Jatengnews.id – Upaya mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) terus didorong melalui edukasi kesehatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 26 Desa Kalongan mengajak anak-anak mengenal pentingnya pemeriksaan jentik nyamuk dan penerapan 3M Plus di Perumahan Delta Asri, RW 14 RT 06, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan edukasi tersebut diikuti anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun. Selain memberikan pengetahuan mengenai jentik nyamuk, kegiatan ini menjadi langkah untuk menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk sejak usia dini.

Ketua RT 06 Perumahan Delta Asri, Ibu Adi, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKNT IDBU 26 tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam edukasi kesehatan dapat memberikan dampak positif karena mereka dapat turut mengingatkan keluarga untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah.

“Kegiatan ini sangat membantu warga, khususnya untuk menanamkan kebiasaan bersih sejak kecil. Kalau anak-anak sudah paham cara memeriksa jentik, mereka bisa mengingatkan orang tuanya di rumah untuk rutin menguras dan menutup tempat penampungan air,” ujar Ibu Adi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKNT IDBU 26 memberikan penjelasan mengenai ciri-ciri jentik nyamuk, lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan, serta cara sederhana untuk memeriksa keberadaan jentik di sekitar rumah.

Edukasi juga dilengkapi dengan demonstrasi pemeriksaan tempat penampungan air. Dengan metode yang interaktif dan sederhana, anak-anak diajak mengenali potensi sarang nyamuk sekaligus memahami langkah pencegahannya.

Mahasiswa juga memperkenalkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Langkah tersebut dilengkapi dengan berbagai tindakan pencegahan lain untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari sarang nyamuk.

Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya mengenai bentuk dan ciri jentik nyamuk, tempat yang sering menjadi sarang nyamuk, hingga cara membedakan jentik dengan organisme lain yang dapat ditemukan di air.

Kegiatan tersebut juga berlangsung di rumah Ibu Erna, salah satu warga setempat. Ia menyambut baik pelaksanaan edukasi karena anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya senang rumah saya bisa jadi tempat berkumpul anak-anak untuk belajar hal yang bermanfaat seperti ini. Semoga apa yang mereka pelajari hari ini bisa diterapkan dan diceritakan lagi ke keluarga di rumah,” kata Ibu Erna.

Mahasiswa KKNT IDBU 26 Desa Kalongan berharap edukasi tersebut dapat mendorong anak-anak menjadi bagian dari upaya pencegahan DBD di lingkungan keluarga. Pengetahuan sederhana mengenai pemeriksaan jentik diharapkan dapat membentuk kebiasaan menjaga kebersihan yang dilakukan secara rutin.

Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, program tersebut menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk. Dengan melibatkan anak-anak sejak dini, upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan di lingkungan Perumahan Delta Asri.


Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version