Beranda Daerah Djoni Kristijanto Resmi Jadi Anggota DPRD Jateng Lewat PAW, Siap Dorong Pendidikan...

Djoni Kristijanto Resmi Jadi Anggota DPRD Jateng Lewat PAW, Siap Dorong Pendidikan dan Kesehatan

Djoni menggantikan anggota DPRD Jateng dari Fraksi Partai Gerindra, Sukardiono, yang meninggal dunia pada April 2026.

Djoni Kristijanto resmi menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW)
Djoni Kristijanto resmi menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). (Foto: Muhammad Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id – Djoni Kristijanto resmi menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Ia dilantik dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng, Jumat (14/8/2026).

Djoni menggantikan anggota DPRD Jateng dari Fraksi Partai Gerindra, Sukardiono, yang meninggal dunia pada April 2026.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengatakan, Djoni akan ditempatkan di Komisi E DPRD Jateng yang membidangi sejumlah sektor strategis, di antaranya pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Pak Joni ditempatkan di Komisi E. Mudah-mudahan nanti terus dilakukan penyesuaian diri. Harapannya ada terobosan-terobosan baru di Komisi E untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Tengah, kemudian kesehatan dan kesejahteraan sosial,” kata Sumanto seusai rapat paripurna.

Menariknya, ini bukan kali pertama Djoni masuk DPRD melalui mekanisme PAW. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Jateng melalui proses serupa.

Namun, Djoni menilai kembalinya dirinya ke parlemen melalui mekanisme PAW merupakan bagian dari perjalanan politik yang harus dijalani.

“Ini sebutan saja. Kebetulan saya jadi anggota DPRD itu dua kali prosesnya PAW. Kalau memang garis nasib seperti ini, ya alhamdulillah,” ujar Djoni.

Pada periode sebelumnya, Djoni merupakan anggota DPRD Jateng dari daerah pemilihan (Dapil) 7 yang meliputi Solo, Sukoharjo, dan Klaten.

Sementara dalam PAW kali ini, ia berasal dari Dapil 8 yang meliputi Magelang dan Boyolali.

Proses PAW Djoni Kristijanto

Djoni menjelaskan, proses PAW bermula setelah Sukardiono meninggal dunia pada April 2026. Sukardiono merupakan kader Partai Gerindra yang membangun karier politik dari tingkat kabupaten hingga menjadi anggota DPRD Jateng.

“Pak Sukardiono meninggal dunia. Beliau salah satu tokoh Partai Gerindra yang dari bawah, mulai dari kabupaten, kemudian menjadi anggota DPRD provinsi. Sebenarnya punya keinginan untuk besok DPR RI, tetapi pada April kemarin meninggal dunia,” katanya.

Setelah itu, proses penggantian dilakukan berdasarkan perolehan suara pada Pemilu 2024. Berdasarkan hasil perolehan suara di daerah pemilihan tersebut, Djoni menjadi calon pengganti yang memenuhi ketentuan.

Djoni menyebut Sukardiono memperoleh sekitar 63.000 suara, sedangkan dirinya meraih sekitar 53.000 suara.

“Setelah itu kita proses di KPU, kita dinyatakan sebagai calon pengganti. Kemudian secara administrasi kita urus proses PAW-nya,” jelasnya.

Kini, setelah kembali menjadi anggota DPRD Jateng, Djoni mengaku siap menjalankan tugas barunya di Komisi E.

Ia membawa pandangan bahwa pendidikan dan kesehatan seharusnya tidak semata-mata dipandang sebagai beban pengeluaran pemerintah, melainkan sebagai investasi jangka panjang.

“Pendidikan dan kesehatan harusnya dipikir itu adalah sebuah investasi, bukan suatu pos pengeluaran, tetapi pos investasi,” tegasnya.

Menurut Djoni, investasi di sektor kesehatan dapat berdampak langsung terhadap produktivitas masyarakat. Masyarakat yang sehat, kata dia, akan lebih mampu bekerja, sementara anak-anak dapat mengikuti pembelajaran secara optimal.

Begitu pula dengan sektor pendidikan. Menurutnya, pembangunan dan revitalisasi sekolah hingga program pemberian makan bergizi bagi pelajar harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.

“Harapannya nanti menghasilkan murid-murid sekolah yang lebih sehat, belajarnya lebih bisa intens, dan ketika mendapatkan pekerjaan, mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang bagus,” ujarnya.

Djoni juga menegaskan bahwa aspirasi yang akan dibawanya selama menjalankan tugas di DPRD Jateng tidak semata-mata bersifat pribadi.

Sebagai kader Partai Gerindra, ia mengatakan akan tetap mengikuti garis perjuangan partai dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Karena saya dari Fraksi Partai Gerindra, tentu kita akan berbicara tentang garis-garis perjuangan Partai Gerindra. Bukan sesuatu yang bersifat pribadi, jadi kita mewakili partai,” katanya.

Dorong Pendekatan Lebih Luas di Sektor Kesehatan

Di Komisi E, Djoni berencana mendorong pendekatan yang lebih luas terhadap persoalan kesehatan. Menurutnya, perhatian pemerintah tidak cukup hanya pada pelayanan ketika masyarakat sudah sakit, tetapi juga harus menyentuh perilaku dan lingkungan.

“Kita soal kesehatan ngomong tentang bagaimana memperbaiki perilaku, lingkungan. Tidak hanya berpikir tentang pelayanan kesehatan saja, tetapi juga bagaimana mempengaruhi lingkungan dan kebiasaan-kebiasaan di kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Sumanto berharap Djoni dapat segera beradaptasi dengan tugas dan fungsi barunya sebagai anggota DPRD Jateng, sekaligus memberikan gagasan-gagasan baru bagi Komisi E.

Dengan dilantiknya Djoni, komposisi keanggotaan DPRD Jateng kembali mengalami perubahan setelah wafatnya Sukardiono. (ADV-01).

Penulis: Muhammad Kamal
Editor: Shodiqin

Exit mobile version