Beranda Daerah Momen Hari Pramuka, KKN UIN Walisongo Ajak Siswa Sulap Galon Bekas Jadi...

Momen Hari Pramuka, KKN UIN Walisongo Ajak Siswa Sulap Galon Bekas Jadi Pot Tanaman

Semangat Pramuka dan peduli lingkungan berpadu saat siswa SDN 2 Kebonharjo mengubah galon bekas menjadi pot tanaman melalui GEHARI.

GEHARI KKN UIN Walisongo
Siswa SDN 2 Kebonharjo bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 195 Harjakarsa menanam tanaman hias dalam pot hasil pemanfaatan galon bekas melalui program GEHARI, Jumat (14/08/26) (Foto: Dok KKN).

Kendal, JatengNews.id— Memperingati Hari Pramuka ke-65, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 195 Harjakarsa mengajak siswa SD Negeri 2 Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mengolah galon bekas menjadi pot tanaman melalui Gerakan Hidup Sehat dan Asri (GEHARI), Jumat (14/08/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini.

Melalui GEHARI, siswa tidak hanya diajak menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan sekolah, tetapi juga belajar memanfaatkan barang bekas menjadi benda yang memiliki nilai guna dan estetika. Galon bekas yang sebelumnya tidak terpakai diubah menjadi pot tanaman hias dengan melibatkan siswa secara langsung dalam setiap tahap pembuatannya.

Kegiatan diawali dengan menyiapkan berbagai bahan, seperti galon bekas, tanah, pupuk, dan tanaman hias. Mahasiswa KKN kemudian mendampingi siswa mengecat galon bekas agar tampil lebih menarik sebelum digunakan sebagai pot tanaman.

Setelah proses pengecatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi PHBS. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah serta membangun kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN UIN Walisongo Posko 195, Triana Auliaunnisa’, mengatakan kegiatan tersebut menggabungkan aktivitas kreatif dengan edukasi kesehatan dan lingkungan.

“Kegiatan ini diawali dengan persiapan galon bekas, tanah, pupuk, dan tanaman hias. Setelah itu, siswa bersama-sama mengecat galon bekas dan mengikuti sosialisasi PHBS sebelum melakukan penanaman tanaman hias,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman tanaman hias ke dalam pot yang telah dibuat. Siswa bersama mahasiswa KKN melakukan penanaman di lingkungan sekolah sehingga suasana sekolah menjadi lebih hijau, asri, dan nyaman.

Keterlibatan siswa secara langsung juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai gotong royong, kreativitas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui kegiatan bersama, siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Selain edukasi lingkungan, GEHARI mengenalkan konsep ekonomi kreatif kepada siswa melalui pemanfaatan barang bekas. Galon yang sebelumnya dianggap tidak terpakai dapat diolah menjadi pot tanaman yang memiliki nilai guna sekaligus memperindah lingkungan sekolah.

Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN UIN Walisongo Semarang Posko 195, Khaerunnisa Salsabila, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk mengenalkan pemanfaatan barang bekas sekaligus mengembangkan kreativitas siswa.

“Melalui kegiatan ini, kami memiliki tujuan yang sama, yaitu menanamkan pemahaman bahwa barang bekas dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan estetika. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kreativitas siswa serta membangun kesadaran akan pentingnya ekonomi kreatif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui GEHARI, KKN UIN Walisongo Posko 195 Harjakarsa berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan di kalangan siswa.

Pemanfaatan galon bekas menjadi pot tanaman juga menjadi contoh bahwa barang sederhana dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui kreativitas. Semangat tersebut diharapkan dapat terus diterapkan siswa dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 173
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version