Beranda Daerah Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN Undip Ajak Ibu-Ibu PKK Pulutan Kelola...

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN Undip Ajak Ibu-Ibu PKK Pulutan Kelola Sampah lewat Biopori dan Komposter

Program ini dinilai relevan dengan tantangan pengelolaan sampah yang dihadapi Kota Salatiga.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro untuk turun tangan di Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga melakukan Sosialisasi Pembuatan Biopori dan Komposter. (Foto : Dok KKN)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro untuk turun tangan di Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga melakukan Sosialisasi Pembuatan Biopori dan Komposter. (Foto : Dok KKN)

SALATIGA, Jatengnews.id — Persoalan sampah rumah tangga yang belum tertangani secara optimal mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan edukasi pengelolaan sampah di Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Melalui program “Sosialisasi Pembuatan Biopori dan Komposter”, mahasiswa KKN mengajak ibu-ibu PKK se-Kelurahan Pulutan mengenal sekaligus mempraktikkan cara sederhana mengolah sampah organik. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (13/8) sore dan diikuti 15 warga dari perwakilan RW 01 hingga RW 05.

Program ini dinilai relevan dengan tantangan pengelolaan sampah yang dihadapi Kota Salatiga. Dalam pembekalan KKN Universitas Diponegoro pada 30 Mei 2026, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Salatiga menyebut persoalan sampah sebagai salah satu pekerjaan mendesak. Kapasitas tempat penampungan sampah diperkirakan mencapai batas maksimal pada 2027 sehingga pengelolaan dan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga perlu terus diperkuat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi tiga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Ibu-ibu PKK dipilih sebagai sasaran kegiatan karena memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah dari lingkungan keluarga. Melalui edukasi tersebut, warga diharapkan mampu mengurangi sampah organik sekaligus memanfaatkannya menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu Febi Arila Sahrani, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, sebagai pembawa acara. Selanjutnya, Koordinator Desa KKN Tim II Undip Kelurahan Pulutan, Andi Mario M.F. dari Program Studi Psikologi, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Materi utama disampaikan Ghina Shabrina F. dari Program Studi Teknik Industri dan Safwa Azzulfa dari Program Studi Biologi. Keduanya memperkenalkan konsep biopori dan komposter sebagai metode sederhana yang dapat diterapkan masyarakat di lingkungan rumah.

Biopori diperkenalkan sebagai lubang resapan yang tidak hanya membantu mengolah sampah organik, tetapi juga meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air. Sementara itu, komposter menjadi wadah untuk mengolah sisa makanan dan sampah dapur menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.

Agar materi tidak berhenti pada pemahaman teori, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi langsung. Peserta diperlihatkan tahapan pembuatan biopori dan komposter, mulai dari bahan yang diperlukan hingga cara pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami proses sekaligus terdorong untuk menerapkannya secara mandiri di rumah masing-masing.

Rangkaian program kemudian dilanjutkan pada Jumat (14/8) melalui pemasangan prototipe biopori di empat wilayah, yakni RW 01, RW 02, RW 03, dan RW 04. Masing-masing wilayah mendapatkan satu tabung biopori sebagai percontohan bagi masyarakat.

Keberadaan prototipe tersebut diharapkan menjadi contoh nyata bagi warga mengenai penerapan pengelolaan sampah organik yang sederhana dan berkelanjutan di lingkungan permukiman.

Tak hanya melibatkan masyarakat, mahasiswa KKN juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dalam proses pendampingan pemasangan biopori di rumah-rumah warga. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlanjutan program sekaligus mencerminkan semangat SDG 17 melalui kemitraan antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat.

Dengan adanya edukasi dan praktik langsung tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip berharap pengelolaan sampah di Kelurahan Pulutan tidak hanya menjadi kegiatan selama masa KKN. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan baru di tingkat rumah tangga sehingga sampah organik dapat dikelola sejak dari sumbernya.

Melalui biopori dan komposter, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diharapkan dapat berubah menjadi sumber manfaat bagi lingkungan. Langkah sederhana dari rumah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Kelurahan Pulutan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.




Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version