Beranda Daerah Mahasiswa KKN-T 76 Undip Optimalkan Potensi Perikanan untuk Dorong Kesehatan Masyarakat Gilirejo...

Mahasiswa KKN-T 76 Undip Optimalkan Potensi Perikanan untuk Dorong Kesehatan Masyarakat Gilirejo Baru

Edukasi ini diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Program Kerja Sosial Masyarakat Bersama Ibu-ibu Kader Posyandu Desa Gilirejo Baru. (Foto : Dok Undip)
Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Program Kerja Sosial Masyarakat Bersama Ibu-ibu Kader Posyandu Desa Gilirejo Baru. (Foto : Dok Undip)

SRAGEN, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 76 Universitas Diponegoro (Undip) dari Fakultas Kedokteran terus mendorong peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat Desa Gilirejo Baru, Kabupaten Sragen.

Melalui program Sosial Masyarakat, mahasiswa menggelar edukasi kesehatan, gizi seimbang, serta pemanfaatan pangan lokal berbasis perikanan di Balai Desa Gilirejo Baru.

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan, tetapi juga mengajak warga melihat potensi pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi sekaligus peluang diversifikasi pangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai hipertensi dan diabetes melitus. Mahasiswa menjelaskan pengertian, faktor risiko, gejala, komplikasi, hingga langkah pencegahan kedua penyakit tidak menular tersebut.

Edukasi ini diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Masyarakat juga diajak untuk lebih memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, serta kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai Gizi Seimbang dan pemanfaatan pangan lokal. Mahasiswa menjelaskan bahwa makanan sehat tidak selalu harus mahal. Yang terpenting adalah makanan dikonsumsi secara beragam, dalam jumlah yang cukup, serta disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Dalam sesi tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan empat pilar Gizi Seimbang, yakni mengonsumsi makanan yang beragam, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, serta memantau berat badan secara teratur.

Mahasiswa juga mengenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan sederhana untuk menyusun menu makanan sehari-hari. Peserta diajak memahami pentingnya keseimbangan antara makanan pokok, lauk sebagai sumber protein, sayur, dan buah dalam setiap kali makan.

Pembahasan turut mencakup pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) melalui prinsip G4-G1-L5, yaitu maksimal empat sendok makan gula, satu sendok teh garam, dan lima sendok makan minyak per orang per hari.

Masyarakat juga diajak mengenali berbagai sumber natrium yang kerap dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari, seperti kecap dan saus, mi instan, keripik, makanan kalengan, penyedap instan, telur asin, daging olahan, hingga ikan asin.

Menariknya, kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Mahasiswa KKN-T 76 Undip juga menggelar demonstrasi pengolahan ikan petek menjadi kaldu bubuk.

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa memperagakan sejumlah tahapan pengolahan, mulai dari pengeringan ikan, penyangraian, penghalusan bahan, pencampuran sesuai formulasi, hingga proses pengayakan dan pengemasan.

Mahasiswa turut menjelaskan cara penyimpanan serta pemanfaatan kaldu bubuk ikan petek sebagai penyedap untuk berbagai masakan sehari-hari, seperti sayur, sup, dan tumisan.

Pemanfaatan ikan petek diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan nilai guna hasil perikanan yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Salah satu kader Desa Gilirejo Baru, Ibu Mulyani, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan memberikan pengetahuan baru sekaligus inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan bahan pangan lokal.

“Kegiatan ini banyak memberi inspirasi dan manfaat bagi kami, serta memberikan pengetahuan baru terkait pembuatan kaldu bubuk ikan pethek sebagai pengganti kaldu instan yang sepertinya akan cocok dengan lidah masyarakat Gilirejo Baru,” ujar Ibu Mulyani.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran yang tergabung dalam KKN-T 76 Undip berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat Desa Gilirejo Baru.

Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Good Health and Well-being, melalui penguatan edukasi kesehatan, gizi, serta pemanfaatan pangan lokal.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan secara teori, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar secara optimal.

Bidan Desa Gilirejo Baru, Ibu Novi, turut berharap edukasi yang diberikan mahasiswa dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit tidak menular.

“Semoga dengan adanya edukasi tentang penyakit hipertensi dan diabetes, masyarakat Desa Gilirejo Baru lebih paham, lebih membuka mata, dan menjaga pola hidup sehat,” ujar Ibu Novi.

Dengan menggabungkan edukasi kesehatan, pemahaman gizi seimbang, dan praktik pengolahan pangan lokal, KKN-T 76 Undip berupaya menghadirkan program yang tidak hanya informatif, tetapi juga aplikatif. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Gilirejo Baru yang lebih sehat, mandiri, dan mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal.





Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version