Beranda Daerah Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM GilBarJu Gunakan Mesin Spinner Secara Aman

Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM GilBarJu Gunakan Mesin Spinner Secara Aman

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota dalam mengoperasikan serta merawat mesin spinner, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan kerja selama proses produksi.

Sosialisasi Panduan Penggunaan dan Perawatan Mesin Spinner Secara Optimal serta Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Produksi. (Foto :Dok KKN)
Sosialisasi Panduan Penggunaan dan Perawatan Mesin Spinner Secara Optimal serta Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Produksi. (Foto :Dok KKN)

SRAGEN, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 76 Universitas Diponegoro (Undip) Fakultas Teknik memberikan pendampingan kepada UMKM Gilirejo Baru Maju (GilBarJu) Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, melalui edukasi penggunaan mesin spinner yang aman sekaligus penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses produksi ikan pethek krispi.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gilirejo Baru tersebut diikuti sembilan anggota UMKM GilBarJu. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota dalam mengoperasikan serta merawat mesin spinner, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan kerja selama proses produksi.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa KKN berdiskusi dengan Tarmuji selaku Koordinator Desa Gilirejo Baru untuk mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan UMKM. Dari hasil diskusi diketahui bahwa mesin spinner baru diterima pada 8 Juli 2026 sehingga para anggota UMKM masih belum terbiasa mengoperasikan maupun melakukan perawatan mesin tersebut.

“Mesin spinner ini merupakan fasilitas yang baru masuk pada 8 Juli 2026. Ibu-ibu masih belum terbiasa dan belum mengetahui dengan pasti cara mengoperasikan serta merawatnya,” ujar Tarmuji, Koordinator Desa Gilirejo Baru, pada 10 Juli 2026.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk merancang kegiatan yang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengoperasian mesin, tetapi juga mencakup aspek perawatan dan keselamatan kerja. Dalam diskusi tersebut, Tarmuji juga menyampaikan bahwa ketersediaan alat pelindung diri, khususnya masker, masih menjadi salah satu kebutuhan dalam mendukung proses produksi.

Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN turut memberikan alat penunjang berupa satu unit kabel roll dan dua kotak masker. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kelancaran produksi sekaligus meningkatkan kesadaran anggota UMKM terhadap pentingnya keselamatan kerja.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai penggunaan dan perawatan mesin spinner. Mahasiswa menyampaikan materi secara praktis, mulai dari pemeriksaan kondisi mesin sebelum digunakan, tata cara pengoperasian, batas kapasitas bahan, hingga proses pembersihan dan perawatan setelah mesin selesai digunakan.

Tidak hanya melalui pemaparan materi, mahasiswa juga memberikan demonstrasi secara langsung mengenai langkah pengoperasian mesin yang tepat serta berbagai hal yang perlu dihindari. Dengan metode tersebut, anggota UMKM dapat melihat secara langsung prosedur penggunaan mesin sekaligus memahami potensi kesalahan yang dapat mengganggu keamanan dan kinerja mesin.

Selain pengoperasian mesin, edukasi juga difokuskan pada penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Para anggota UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri, menjaga kebersihan dan kerapian area produksi, memastikan keamanan kabel serta sumber listrik, dan menjalankan setiap tahapan produksi sesuai prosedur.

Setelah sesi sosialisasi, mahasiswa melakukan pendampingan langsung ketika anggota UMKM memproduksi ikan pethek krispi. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari proses pengeringan menggunakan spinner hingga tahap pembersihan mesin setelah digunakan.

Mahasiswa Fakultas Teknik turut mengarahkan anggota UMKM agar dapat mengoperasikan mesin sesuai prosedur yang telah diberikan. Praktik langsung tersebut menjadi kesempatan bagi anggota untuk memperoleh pengalaman menggunakan mesin baru sekaligus mengurangi potensi kesalahan operasional.

Pendampingan juga menekankan pentingnya membersihkan mesin dengan cara yang tepat setelah digunakan. Perawatan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat menjaga kondisi dan performa mesin sehingga dapat dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan produksi UMKM dalam jangka panjang.

Koordinator UMKM GilBarJu, Warsiti, menyambut positif kegiatan pendampingan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN Undip membantu anggota UMKM memahami penggunaan mesin spinner yang sebelumnya masih tergolong baru bagi mereka.

“Dengan pendampingan dari mahasiswa KKN Undip, ibu-ibu jadi lebih mudah memahami cara menggunakan mesin spinner. Mesinnya masih baru, jadi sebelumnya kami memang masih awam menggunakannya,” ujar Warsiti, Koordinator UMKM GilBarJu.

Melalui kegiatan tersebut, anggota UMKM GilBarJu kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengoperasian dan perawatan mesin spinner. Mereka juga semakin memahami pentingnya penerapan K3 dalam setiap tahapan produksi.

Pendampingan mahasiswa KKN Undip diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mampu membangun kebiasaan kerja yang lebih aman dan tertib. Dengan penggunaan mesin yang tepat serta penerapan keselamatan kerja yang baik, proses produksi ikan pethek krispi di UMKM GilBarJu diharapkan dapat berjalan lebih aman, efektif, dan berkelanjutan.





Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version