SEMARANG, Jatengnews.id – Kepedulian Jawa Tengah terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan dengan pengiriman ribuan paket bantuan dan 16 relawan ke wilayah bencana.
Sebanyak 10 kendaraan diberangkatkan dari Semarang, Senin (17/8/2026). Rombongan membawa bantuan pangan, kebutuhan keluarga, perlengkapan tempat tinggal, obat-obatan, hingga dukungan tenaga kesehatan untuk penanganan masa darurat.
Bantuan tersebut terdiri atas 3.795 paket kebutuhan pangan, 1.115 paket sandang dan keluarga, serta 6.587 paket kebutuhan papan dan perlengkapan pendukung.
Selain logistik, tim gabungan juga diperkuat personel Urban Search and Rescue (SAR), logistik, dan kesehatan. Mereka berasal dari BPBD Jawa Tengah, BPBD Temanggung, BPBD Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta PMI Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pengiriman bantuan tersebut tidak berhenti pada proses pemberangkatan. Ia meminta relawan memastikan seluruh bantuan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Jangan lupa, begitu nanti sampai di sana langsung ke gubernur, Bung Melki. Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran. Jadi, pastikan bantuan itu tepat sasaran,” kata Luthfi.
Menurutnya, kondisi di NTT masih dinamis sehingga kebutuhan masyarakat dapat berubah. Karena itu, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT menjadi bagian penting dalam penyaluran bantuan.
Luthfi juga mengingatkan relawan untuk tidak mengabaikan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan. Perjalanan menuju lokasi bencana akan ditempuh melalui jalur darat dan laut.
“Jaga marwah Jawa Tengah. Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, bahwa Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Bantuan yang dikirim meliputi empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, sembako, dan obat-obatan. Untuk kebutuhan keluarga, terdapat matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, serta popok bayi dan dewasa.
Sementara kebutuhan tempat tinggal meliputi terpal, tenda gulung, tenda keluarga, dapur lapangan, lampu darurat, serta berbagai perlengkapan kebersihan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, bantuan tersebut dihimpun dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah Pemprov Jateng hingga lembaga dan badan usaha.
“Tim ini kita bagi dalam tiga fungsi utama, yaitu SAR, logistik, dan kesehatan. Mereka akan membantu penanganan darurat sekaligus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” kata Bergas.
Rute perjalanan rombongan cukup panjang, yakni Semarang-Tanjung Perak-Lembar-Kayangan-Poto Tano-Sape-Labuan Bajo-Nagekeo hingga Ende.
Posko utama akan berada di Kabupaten Ende. Dari lokasi tersebut, tim juga akan membantu penyaluran logistik ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka.
Relawan Tagana Dinas Sosial, Agus Budianto, menyampaikan pesan kepada masyarakat NTT agar tetap kuat menghadapi bencana.
“Kepada saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur, kalian tidak sendirian. Kami, kontingen dari Jawa Tengah, siap membantu dan mengulurkan tangan untuk menyembuhkan luka-luka saudara kita di sana,” ujarnya.
Relawan BPBD Jateng Aditya Rama Githananda mengatakan perjalanan menuju NTT membutuhkan waktu cukup panjang. Jalur darat diperkirakan ditempuh selama tiga hari, kemudian dilanjutkan perjalanan laut selama satu hingga dua hari dengan tiga kali penyeberangan.
“Semoga perjalanan kami diberikan keselamatan dan kelancaran. Mohon doanya,” ungkap Adit.
Gubernur Ahmad Luthfi memastikan pengiriman tersebut bukan bantuan terakhir. Pemprov Jateng tengah menyiapkan tahap berikutnya dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.
“Pak Wagub dan Pak Sekda koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin
