Beranda Daerah Dukung SDGs 12, Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Eco Enzyme untuk Olah Sampah...

Dukung SDGs 12, Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Eco Enzyme untuk Olah Sampah Organik di Desa Nambangan

Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah organik, tetapi juga mengajak warga melihat potensi limbah tersebut agar memiliki nilai guna dan ekonomi.

mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun 2026 Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah organik melalui pembuatan eco enzyme di Desa Nambangan,
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun 2026 Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah organik melalui pembuatan eco enzyme di Desa Nambangan. (Foto : Dok KKN)

WONOGIRI, Jatengnews.id – Sampah organik rumah tangga tak selalu berakhir sebagai limbah. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun 2026 Universitas Diponegoro (UNDIP), limbah organik diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat melalui pembuatan eco enzyme.

Program tersebut digelar di Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah organik, tetapi juga mengajak warga melihat potensi limbah tersebut agar memiliki nilai guna dan ekonomi.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah organik serta pengenalan eco enzyme. Mahasiswa menjelaskan berbagai manfaat eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya sebagai pembersih lantai, pupuk organik cair, hingga pembersih dapur.

Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa kemudian menggelar demonstrasi pembuatan eco enzyme secara langsung. Peserta diperlihatkan tahapan pengolahan sehingga proses yang sebelumnya dianggap rumit dapat dipahami dan nantinya diterapkan secara mandiri di rumah.

Menariknya, peserta juga diberikan sampel eco enzyme dengan tingkat fermentasi yang berbeda. Sampel yang telah melalui proses fermentasi dengan baik dibandingkan dengan eco enzyme yang masih dalam tahap fermentasi.

Perbandingan tersebut membantu peserta mengenali karakteristik eco enzyme yang sudah matang dan siap digunakan maupun yang masih membutuhkan waktu untuk proses fermentasi.

Program KKN tersebut tidak berhenti pada pemanfaatan eco enzyme untuk kebutuhan rumah tangga. Mahasiswa juga memperkenalkan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dari produk hasil pengolahan sampah organik tersebut.

Peserta mendapatkan gambaran mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB), kebutuhan modal produksi, simulasi harga jual, hingga potensi keuntungan. Aspek pengemasan dan pelabelan juga diperkenalkan sebagai bagian penting untuk meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual produk.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengurangi sampah yang dibuang, tetapi juga melihat limbah organik sebagai bahan baku yang berpotensi menghasilkan produk bernilai ekonomis.

Perwakilan RT Desa Nambangan, Aris Kelana, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UNDIP. Menurutnya, pemanfaatan eco enzyme dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.

“Program ini bermanfaat bagi warga karena eco enzyme dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus dikembangkan menjadi peluang usaha atau usaha sampingan bagi warga,” ujar Aris Kelana.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tim II UNDIP berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Nambangan.

Pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme diharapkan tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang terbuang, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Lebih jauh, program ini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan manfaat ekonomi. Dari limbah rumah tangga, masyarakat dapat menghasilkan produk yang berguna sekaligus membuka peluang usaha baru.

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran warga Desa Nambangan terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya pola konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab sesuai semangat SDGs 12.





Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version