
BOYOLALI, Jatengnews.id — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting terus dilakukan melalui edukasi di tingkat keluarga.
Hal tersebut dilakukan mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melalui program edukasi bagi ibu yang memiliki anak balita di Dukuh Pilang Doyong, Desa Kemusu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Rabu (5/8/2026) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu setempat tersebut mengangkat tema gizi, sanitasi, dan pola hidup sehat. Edukasi ini menjadi salah satu langkah mahasiswa untuk mendorong keluarga memahami bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini dan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan makanan bergizi.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting balita di Indonesia masih berada di angka 19,8 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan edukasi kepada orang tua, khususnya dalam memastikan kebutuhan gizi dan lingkungan tumbuh kembang anak terpenuhi dengan baik.
Program edukasi ini disusun berdasarkan hasil observasi dan diskusi mahasiswa bersama Kepala Desa Kemusu serta bidan desa pada tahap survei awal. Dari diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa faktor risiko stunting di lingkungan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga kondisi sanitasi rumah tangga dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Masukan tersebut kemudian menjadi dasar mahasiswa untuk memperluas materi edukasi. Selain membahas gizi seimbang, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta membangun kebiasaan makan anak secara teratur.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Undip, Indah Ayu Setya Ningrum, selaku penanggung jawab program, mengatakan materi dirancang agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh para ibu di rumah.
“Kami tidak hanya menyampaikan pengertian dan ciri-ciri stunting, tetapi juga memberikan contoh isi piring dan menu bergizi sesuai usia anak, termasuk pemanfaatan sayuran hasil greenhouse desa sebagai sumber vitamin dan mineral. Masukan dari Pak Kades dan Bu Bidan juga menjadi pertimbangan kami untuk menambahkan materi sanitasi dan kebiasaan pola hidup karena ternyata hal tersebut juga berpengaruh besar,” ujarnya.
Materi diberikan secara bertahap, mulai dari pengenalan stunting, faktor penyebab, hingga langkah pencegahannya. Para peserta diajak memahami pentingnya pemenuhan protein hewani, keberagaman makanan dalam isi piring, kebersihan sanitasi rumah, serta menghindarkan anak dari paparan asap rokok.
Mahasiswa juga memperkenalkan konsep mengenali sinyal lapar dan kenyang pada anak serta pentingnya menerapkan jadwal makan secara konsisten. Rekomendasi menu kemudian disesuaikan dengan kelompok usia, mulai dari MPASI untuk anak usia 6–11 bulan, makanan dengan tekstur lebih kasar bagi anak usia 1–2 tahun, hingga menu makanan biasa untuk anak usia 3–5 tahun.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Salah satu topik yang banyak mendapat perhatian adalah dampak paparan asap rokok terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Sejumlah peserta mengaku memiliki anggota keluarga yang merupakan perokok aktif, sehingga materi tersebut dinilai relevan dengan kondisi rumah tangga sehari-hari.
Sebagai media edukasi yang dapat digunakan kembali di rumah, mahasiswa turut membagikan leaflet bertajuk “Cegah Stunting, Yuk?” kepada para peserta. Leaflet tersebut memuat informasi penting mengenai pencegahan stunting, pemenuhan gizi, serta pola hidup sehat bagi keluarga.
Salah seorang peserta dari Dukuh Pilang Doyong mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut, terutama mengenai bahaya paparan asap rokok bagi anak.
“Ternyata asap rokok juga bisa berpengaruh ke tumbuh kembang anak, bukan cuma soal makanan. Suami saya perokok, jadi ini menjadi pengingat buat saya. Menunya juga mudah dicontoh, seperti sup ayam sayur yang anak saya suka,” tuturnya.
Kegiatan edukasi tersebut sekaligus mendukung pencapaian **Sustainable Development Goals (SDGs)**, khususnya SDG 2 atau Tanpa Kelaparan melalui peningkatan pemahaman mengenai pemenuhan gizi seimbang bagi balita. Program ini juga sejalan dengan SDG 3 atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan stunting dan penguatan perilaku hidup sehat di tingkat keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Undip berharap pengetahuan yang diperoleh para ibu dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai gizi, sanitasi, dan pola hidup sehat, keluarga di Dukuh Pilang Doyong diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak sekaligus menekan risiko stunting di Desa Kemusu.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi