Beranda Daerah HUT ke-81 Jawa Tengah, Perbaikan RTLH Tak Sekadar Benahi Rumah tapi Kuatkan...

HUT ke-81 Jawa Tengah, Perbaikan RTLH Tak Sekadar Benahi Rumah tapi Kuatkan Keluarga

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong keluarga penerima bantuan agar memiliki akses pendidikan, pekerjaan, dan peluang meningkatkan penghasilan.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ketika meninjau perbaikan RTLH
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ketika meninjau perbaikan RTLH (Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id – Program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Jawa Tengah diarahkan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong keluarga penerima bantuan agar memiliki akses pendidikan, pekerjaan, dan peluang meningkatkan penghasilan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng menangani persoalan kemiskinan secara lebih menyeluruh. Rumah yang diperbaiki diharapkan menjadi titik awal bagi keluarga untuk memiliki kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, bantuan kepada masyarakat tidak hanya diberikan untuk memperbaiki kondisi rumah.

“Kita bantu tidak hanya rumahnya. Kalau anaknya ada yang putus sekolah, kita sekolahkan. Kalau butuh pekerjaan, bantuan sosialnya juga kita dorong,” kata Ahmad Luthfi saat menyalurkan bantuan perbaikan RTLH di Desa Gondang, Sragen, 4 Maret 2026.

Besarnya persoalan perumahan di Jawa Tengah membuat program tersebut terus diperluas. Sepanjang 2025, sebanyak 274.514 unit backlog perumahan berhasil ditangani.

Capaian tersebut menurunkan backlog dari 1.332.968 unit pada awal 2025 menjadi 1.058.454 unit pada awal 2026.

Penanganan kembali berlanjut sepanjang 2026. Hingga Triwulan II, sebanyak 65.449 unit backlog telah ditangani dari berbagai sumber pembiayaan, antara lain APBN melalui BSPS, Dana Desa, kementerian/lembaga, APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, CSR, dan Baznas.

Dari APBD Provinsi Jawa Tengah, realisasi penanganan hingga Triwulan II mencapai 1.625 unit dari target 5.231 unit.

Yang menarik, sebagian besar intervensi bukan pembangunan rumah baru, melainkan peningkatan kualitas rumah yang sudah ditempati masyarakat. Pada 2025, dari 17.510 unit yang ditangani melalui APBD Provinsi Jateng, sebanyak 17.170 unit merupakan peningkatan kualitas RTLH dan hanya 340 unit pembangunan baru.

Data awal 2026 menunjukkan, persoalan perumahan di Jateng juga lebih banyak berkaitan dengan kelayakan hunian. Dari total 1.058.454 unit backlog, sebanyak 762.064 unit merupakan backlog kelayakan dan 296.390 unit backlog kepemilikan.

Kondisi tersebut membuat perbaikan RTLH menjadi salah satu intervensi penting. Bantuan pemerintah dapat meringankan beban keluarga yang selama ini tidak memiliki cukup kemampuan untuk memperbaiki rumah secara mandiri.

Namun, pemerintah juga melihat persoalan keluarga penerima secara lebih luas.

Hal itu terlihat saat Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengecek rumah Sailah (50), warga Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen.

Rumah Sailah telah mendapatkan bantuan RTLH. Sebelumnya, rumah tersebut masih berlantai tanah dan bagian temboknya belum diplester.

Di tengah kondisi rumah yang telah membaik, persoalan ekonomi keluarga masih menjadi perhatian. Suami Sailah, Ade Suratman, bekerja sebagai pedagang cilok di Cirebon, sedangkan Sailah bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Anak sulung mereka yang telah lulus SMA juga belum memperoleh pekerjaan.

Taj Yasin kemudian mendorong agar anak Sailah mendapatkan akses ke dunia kerja dan peningkatan keterampilan melalui bursa kerja, pelatihan vokasi, magang, hingga peluang bekerja ke Jepang apabila tersedia.

“Anaknya sudah lulus SMA. Kita coba link-kan (hubungkan) ke dunia usaha atau pekerjaan,” ujarnya.

Bagi Sailah, bantuan tersebut membawa perubahan besar bagi keluarganya.

“Terima kasih banyak atas bantuannya. Rumah jadi bagus. Dulu rumah masih tanah, temboknya belum diplester. Sekarang sudah lebih layak,” tutur Sailah, 14 Juli 2026.

Cerita serupa datang dari Hadi Mulyono, warga Kudus. Ia mengaku telah lama ingin memperbaiki rumah, tetapi penghasilannya belum cukup untuk mewujudkan keinginan tersebut.

“Senang sekali dapat bantuan dari Gubernur Ahmad Luthfi. Dulu punya keinginan mau bangun atau perbaiki rumah ini, tetapi mengumpulkan uang dari dulu nggak cukup-cukup. Tertolong sekali dengan adanya bantuan dari Pak Luthfi ini,” ujar Hadi, 29 Juni 2026.

Meski capaian penanganan terus bertambah, pekerjaan rumah pemerintah masih panjang. Hingga Triwulan II 2026, masih terdapat 993.005 unit backlog yang membutuhkan penanganan.

Karena itu, program RTLH di Jawa Tengah tidak hanya ditargetkan mengubah rumah yang tidak layak menjadi lebih sehat dan aman. Lebih jauh, program tersebut diarahkan agar keluarga penerima memiliki peluang untuk memperbaiki kehidupan melalui pendidikan, pekerjaan, dan peningkatan pendapatan.

Memasuki usia ke-81 Jawa Tengah, perbaikan rumah menjadi salah satu bagian dari strategi penanganan kemiskinan yang tidak hanya melihat bangunan, tetapi juga masa depan keluarga yang tinggal di dalamnya.

Penulis : Jaka N

Editor : Shodiqin

Exit mobile version