Beranda Daerah KKN Tematik IDBU 45 Undip Inisiasi Rumah Belajar untuk Anak di RW...

KKN Tematik IDBU 45 Undip Inisiasi Rumah Belajar untuk Anak di RW X dan XI Bandarharjo

Inisiatif tersebut berangkat dari kondisi lingkungan RW X dan XI yang memiliki cukup banyak anak yang menghabiskan waktu luang dengan bermain pada sore hari, seperti bersepeda, bulu tangkis, sepak bola, hingga menggunakan gawai.

KKN Tematik IDBU 45 Undip untuk mendukung penguatan ketahanan keluarga Bandarharjo
KKN Tematik IDBU 45 Undip untuk mendukung penguatan ketahanan keluarga Bandarharjo. (Foto : Dok Undip)

SEMARANG, Jatengnews.id — Mahasiswa KKN Tematik IDBU 45 Universitas Diponegoro (Undip) melalui Kelompok 5 menginisiasi program Rumah Belajar Bersama bagi anak-anak di RW X dan XI, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menciptakan ruang belajar yang positif bagi anak-anak di lingkungan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (23/7/2026) hingga Jumat (14/8/2026) itu mendapat antusiasme positif dari masyarakat. Rumah belajar menyasar anak-anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD), dengan menghadirkan pendampingan belajar sekaligus berbagai kegiatan pengembangan karakter, kreativitas, dan keterampilan.

Inisiatif tersebut berangkat dari kondisi lingkungan RW X dan XI yang memiliki cukup banyak anak yang menghabiskan waktu luang dengan bermain pada sore hari, seperti bersepeda, bulu tangkis, sepak bola, hingga menggunakan gawai. Dalam interaksi sehari-hari, mahasiswa juga menemukan sejumlah perilaku dan penggunaan bahasa yang masih perlu diarahkan agar lebih sesuai dengan nilai-nilai positif.

Di sisi lain, latar belakang pendidikan dan kemampuan belajar anak yang beragam menjadi peluang untuk menghadirkan pendampingan belajar secara lebih terarah. Rumah belajar kemudian dirancang tidak hanya sebagai tempat mengerjakan pekerjaan rumah (PR), tetapi juga sebagai ruang bagi anak untuk mengenal pengetahuan dan keterampilan baru.

Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (2024), pendidikan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi partisipasi individu dalam lingkungan. Hal tersebut memperkuat pentingnya pembentukan karakter sejak dini melalui pembiasaan perilaku positif dan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Program Rumah Belajar Bersama melibatkan mahasiswa dari sejumlah program studi, yakni Psikologi, Hubungan Internasional, Hukum, dan Ilmu Ekonomi. Kolaborasi lintas disiplin tersebut dirancang agar pendampingan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan anak dan keluarga secara lebih komprehensif.

Mahasiswa Psikologi berfokus pada penguatan karakter, pola pengasuhan, serta kesehatan mental keluarga. Sementara itu, mahasiswa Hubungan Internasional memberikan edukasi mengenai penerapan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 3, 4, dan 16, melalui pendekatan sederhana dan kontekstual.

Mahasiswa Hukum turut memberikan pemahaman mengenai kesadaran hukum dalam keluarga dan masyarakat. Adapun mahasiswa Ilmu Ekonomi mengajarkan cara mengatur uang saku dan membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat di bawah bimbingan Fika Nadia Tirta M., S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim II KKN Tematik IDBU 45 Undip.

Rumah Belajar Bersama dilaksanakan setiap Kamis untuk anak-anak di RW X, mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB di Balai Warga RW X. Sementara untuk RW XI, kegiatan berlangsung setiap Jumat pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, dengan lokasi yang bergantian antara Balai Warga RT 01 dan Balai Warga RT 03.

Materi pembelajaran disesuaikan dengan usia, kebutuhan, serta minat anak. Anak-anak juga diberi kebebasan memilih kegiatan yang ingin diikuti, mulai dari pendampingan mengerjakan PR hingga mempelajari mata pelajaran tertentu.

Untuk anak kelas 3 hingga 6 SD, misalnya, materi matematika disesuaikan dengan pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah, seperti perkalian, pembagian, dan pecahan. Sementara anak usia PAUD dan TK mendapatkan kegiatan yang melatih motorik dan kreativitas, seperti mewarnai, menarik garis, dan membuat origami.

Selain pelajaran sekolah, mahasiswa juga menghadirkan sejumlah materi sosial kemasyarakatan. Pembelajaran bahasa Inggris diberikan oleh Putra dan Nahdya, materi Pancasila dan kewarganegaraan oleh Luthfi, pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari oleh Najla, edukasi mengenai kebiasaan menabung dan mengelola uang oleh Andira, serta pengenalan emosi dasar oleh Ajani.

Untuk membuat pembelajaran lebih efektif, anak-anak dibagi berdasarkan kelompok usia. Anak PAUD didampingi Nahdya dan Najla, kelas 1–2 SD oleh Putra, kelas 2–4 oleh Andira, serta kelas 3–6 oleh Ajani. Sementara anak-anak yang ingin mengikuti pembelajaran Pancasila mendapatkan pendampingan dari Luthfi.

Antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlangsungan program. Sejumlah orang tua menilai kegiatan tersebut memberikan alternatif aktivitas yang lebih positif bagi anak-anak dibandingkan menghabiskan waktu bermain sepanjang hari.

Tidak sedikit orang tua yang secara langsung mengantarkan anaknya mengikuti Rumah Belajar Bersama. Bahkan, beberapa orang tua memilih menunggu di sekitar lokasi hingga kegiatan selesai.

Dukungan juga datang dari pengurus lingkungan, mulai dari ketua RT, ibu RT, hingga kader PKK. Kehadiran mereka turut membantu menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan.

Program Rumah Belajar Bersama pun memberikan pengalaman positif bagi mahasiswa, anak-anak, dan orang tua. Bagi masyarakat, kehadiran ruang belajar bersama dinilai relevan dengan kondisi lingkungan yang memiliki cukup banyak anak usia sekolah.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Tematik IDBU 45 Undip tidak hanya berupaya membantu anak memahami pelajaran sekolah, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan positif, karakter, keterampilan sosial, serta kesadaran mengenai pengelolaan diri sejak dini.

Rumah Belajar Bersama diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana namun berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, edukatif, dan mendukung tumbuh kembang anak di Kelurahan Bandarharjo.





Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version