Beranda Daerah KKN Tematik IDBU 45 UNDIP Perkuat Ketahanan Keluarga di RW 09 Bandarharjo

KKN Tematik IDBU 45 UNDIP Perkuat Ketahanan Keluarga di RW 09 Bandarharjo

Program yang diberikan mahasiswa sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat

Pelaksanaan kegiatan multidisiplin 2 yang diinisiasi oleh kelompok 6 KKN Tematik IDBU 45 Universitas Diponegoro untuk mendukung penguatan ketahanan keluarga Bandarharjo
Pelaksanaan kegiatan multidisiplin 2 yang diinisiasi oleh kelompok 6 KKN Tematik IDBU 45 Universitas Diponegoro untuk mendukung penguatan ketahanan keluarga Bandarharjo. (Foto : Dok KKN)

SEMARANG, Jatengnews.id — Kelompok 6 KKN Tematik IDBU 45 Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan Program Multidisiplin 2 untuk memperkuat ketahanan keluarga di RW 09, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Program yang mengusung tema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Hukum, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan” tersebut mendapat antusiasme positif dari masyarakat. Kegiatan dipusatkan di Posyandu Mekar Sari RW 09 dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus berinteraksi langsung dengan warga.

Program ini dirancang berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat dengan menyasar tiga aspek penting dalam kehidupan keluarga, yakni kesehatan psikologis, pengelolaan ekonomi keluarga, serta pemahaman hukum. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3, 6, 8, dan 16.

Pelaksanaan program berada di bawah bimbingan Dr. Phil Dian Veronika Sakti Kaloeti, S.Psi., M.Psi., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim II KKN Tematik IDBU 45 Undip.

Dari aspek psikologis, Nabiilah Meliani Putri dari Fakultas Psikologi Undip menggelar program “Gerak Bahagia: Membangun Well-Being Masyarakat melalui Senam Aerobik”. Kegiatan tersebut memadukan aktivitas fisik dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesejahteraan psikologis.

Senam bersama tidak hanya menjadi sarana untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa dan warga untuk membangun interaksi serta kebersamaan. Suasana kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias turut mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan fisik dan mental.

Sementara itu, dari bidang hukum, Alya Safira dari Fakultas Hukum Undip memberikan edukasi mengenai akibat hukum pernikahan dini dan kehamilan di luar nikah.

Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai konsekuensi hukum yang dapat muncul serta pentingnya memahami hak dan kewajiban dalam kehidupan keluarga. Edukasi ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya keluarga, untuk melakukan langkah pencegahan terhadap pernikahan dini dan kehamilan di luar nikah.

Dari sisi ekonomi, Alyssa Afshahul Milla dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip memberikan edukasi mengenai tata kelola keuangan keluarga dengan anggaran terbatas serta mitigasi risiko finansial dari lembaga keuangan informal, seperti bank plecit, bank titil, dan bentuk pinjaman informal lainnya.

Materi tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat yang membutuhkan pengetahuan praktis mengenai pengelolaan pemasukan dan pengeluaran keluarga. Warga juga diajak memahami risiko yang dapat muncul apabila menggunakan layanan keuangan informal tanpa mempertimbangkan kemampuan pembayaran dan konsekuensinya.

Antusiasme warga terlihat dalam berbagai rangkaian kegiatan. Senam bersama menjadi salah satu agenda yang mendapat sambutan hangat karena tidak hanya memberikan manfaat bagi kebugaran, tetapi juga menciptakan suasana interaksi yang lebih dekat antara mahasiswa dan masyarakat.

Respons positif juga terlihat dalam kegiatan literasi keuangan. Warga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menyusun anggaran keluarga, mengelola kebutuhan berdasarkan prioritas, serta mengenali risiko dari berbagai bentuk pinjaman informal.

Sementara itu, edukasi hukum membuka perspektif baru bagi masyarakat mengenai dampak pernikahan dini dan kehamilan di luar nikah dari sisi hukum. Warga tidak hanya memperoleh informasi mengenai persoalan sosial, tetapi juga memahami konsekuensi hukum yang dapat memengaruhi kehidupan keluarga maupun masa depan anak.

Ketua RW 09, Ibu Yani, bersama perwakilan RT, Ibu Isnur, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Keduanya menilai kehadiran mahasiswa memberikan manfaat bagi warga karena menghadirkan pengetahuan yang dekat dengan persoalan sehari-hari di lingkungan keluarga.

“Program yang diberikan mahasiswa sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat,” ujar perwakilan masyarakat RW 09 dalam kesempatan tersebut.

Keterlibatan mahasiswa tidak berhenti pada pelaksanaan Program Multidisiplin 2. Selama menjalankan KKN, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan rutin masyarakat RW 09.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk membangun kedekatan dengan warga sekaligus memahami secara langsung kondisi sosial masyarakat. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting untuk melihat bagaimana persoalan kesehatan, ekonomi, dan hukum saling berkaitan dalam kehidupan keluarga.

Melalui Program Multidisiplin 2, KKN Tematik IDBU 45 Undip berharap edukasi yang diberikan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga juga diharapkan tidak berhenti setelah program berakhir, tetapi dapat menjadi awal bagi terbentuknya hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan keluarga di RW 09 Bandarharjo.



Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version