Beranda Pendidikan KKN UPGRIS Bekali Siswa SDN 1 Candisari Hadapi Ancaman di Media Sosial

KKN UPGRIS Bekali Siswa SDN 1 Candisari Hadapi Ancaman di Media Sosial

Kegiatan yang menyasar siswa kelas VI tersebut membahas berbagai risiko di dunia digital, mulai dari hoaks, cyberbullying, penyalahgunaan data pribadi, hingga pentingnya menjaga etika saat berinteraksi di media sosial.

kkn upgris
Mahasiswa KKN UPGRIS ketika berikan edukasi literasi digital siswa SDN 1 Candisari Mranggen Demak (Foto:ist)

DEMAK, Jatengnews.id  — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Kelompok 45 Candisari mengajak siswa SD Negeri 1 Candisari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, lebih bijak menggunakan media sosial.

Edukasi literasi digital bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Saring Sebelum Sharing” itu digelar Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang menyasar siswa kelas VI tersebut membahas berbagai risiko di dunia digital, mulai dari hoaks, cyberbullying, penyalahgunaan data pribadi, hingga pentingnya menjaga etika saat berinteraksi di media sosial.

Guru kelas VI SDN 1 Candisari, Nur Wiji Haningrum, mengapresiasi edukasi yang diberikan mahasiswa KKN UPGRIS. Menurutnya, literasi digital penting dikenalkan kepada anak sejak usia sekolah dasar.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program literasi digital yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Kegiatan seperti ini penting bagi siswa, terutama untuk membekali mereka dengan pemahaman yang benar tentang penggunaan media sosial sejak dini,” ujarnya.

Agar materi mudah dipahami, mahasiswa KKN mengemas kegiatan secara interaktif melalui pemutaran video Doomscrolling, penyampaian materi, tanya jawab, dan kuis edukatif.

Perwakilan Tim KKN 45 UPGRIS, Siti Amanah, mengatakan metode tersebut dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif mengikuti kegiatan.

“Kami mengemas kegiatan ini melalui pemutaran video Doomscrolling sebagai contoh bahaya media sosial, penjelasan materi, sesi tanya jawab, hingga kuis interaktif. Harapannya, siswa tidak hanya sekadar mendengarkan, tetapi juga ikut aktif dan mengingat pesannya dengan cara yang menyenangkan,” jelasnya.

Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti sesi diskusi hingga kuis. Mereka diajak memahami cara mengenali informasi palsu, melindungi data pribadi, serta bersikap tepat ketika menghadapi perundungan di dunia maya.

Sinta Widyastutik Hapsari menilai metode permainan membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah.

“Anak-anak terlihat sangat antusias, terutama saat sesi kuis. Mereka jadi lebih mudah mengingat materi karena disampaikan lewat permainan,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, KKN UPGRIS Kelompok 45 berharap siswa SDN 1 Candisari mampu menjadi pengguna media sosial yang lebih kritis, aman, dan bertanggung jawab. Edukasi literasi digital juga diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Jaka N

Exit mobile version