
Kendal, JatengNews.id – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 194 mengedukasi siswa kelas 6 SD Negeri 2 Purwosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, tentang pentingnya bijak menggunakan media sosial. Kegiatan bertajuk “Bijak Bersosial Media” tersebut digelar pada Rabu (12/8) sebagai upaya meningkatkan literasi digital siswa sejak usia sekolah dasar.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa membekali siswa dengan pemahaman mengenai manfaat dan risiko media sosial, cara mengenali informasi palsu (hoax) dan penipuan (scam), etika berkomentar, hingga pentingnya mengatur waktu penggunaan gawai.
Koordinator Desa KKN UIN Walisongo Posko 194, Zadat Misykatul Anwar, mengingatkan siswa agar tidak bergantung pada penggunaan telepon seluler serta berhati-hati ketika menerima tautan maupun informasi dari sumber yang tidak dikenal.
“Sebagai penutup, saya mengingatkan kembali kepada adik-adik agar tidak ketergantungan terhadap penggunaan HP, gunakan waktu sebaik mungkin dan jangan lupa untuk hati-hati dalam menerima tautan atau informasi dari sumber yang belum jelas,” ujar Zadat.
Kegiatan yang menjadi salah satu program kerja KKN di bidang pendidikan itu dikemas secara sederhana dan interaktif. Mahasiswa menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa agar materi mengenai keamanan dan etika bermedia sosial lebih mudah dipahami.
Materi sosialisasi dibagi menjadi lima bahasan utama, yakni pengenalan media sosial, bijak menerima informasi, mengenali hoax dan scam, bijak berkomentar, serta bijak menggunakan waktu.
Pada materi pengenalan media sosial, siswa diperkenalkan dengan berbagai platform yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa menjelaskan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, belajar, mencari informasi, dan berkarya.
Namun, siswa juga diingatkan bahwa media sosial merupakan ruang publik. Karena itu, setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan perlu dipikirkan terlebih dahulu.
Diajak Jadi “Detektif Internet”
Memasuki materi berikutnya, siswa diajak menjadi “detektif internet” untuk belajar menyaring informasi. Mahasiswa mengingatkan agar siswa tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial.
Siswa diperkenalkan pada langkah sederhana untuk memeriksa informasi, yakni berhenti sejenak, mengecek sumber, berpikir kritis, kemudian membagikan informasi apabila kebenarannya telah dipastikan.
Mahasiswa kemudian memberikan contoh pesan yang menyerupai percakapan di media sosial untuk memperkenalkan siswa pada hoax dan scam. Melalui contoh tersebut, siswa belajar bahwa informasi palsu maupun pesan penipuan dapat dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat meyakinkan.
Pemateri, Rachel Atiqoh, juga menekankan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Siswa diminta tidak memberikan password, kode OTP, maupun data pribadi kepada orang lain, termasuk orang yang dikenal.
“Kalian tidak boleh membagikan password, kode OTP ataupun data pribadi kepada orang lain meskipun orang tersebut adalah sahabat atau orang terdekat, takutnya data kita disalahgunakan oleh orang lain,” ujar Rachel.
Siswa juga diimbau tidak sembarangan mengeklik tautan mencurigakan. Jika menemukan pesan atau tautan yang tidak dikenal, mereka dianjurkan meminta bantuan orang tua atau guru.
Ajarkan Etika Berkomentar
Selain keamanan digital, mahasiswa KKN Posko 194 turut memberikan pemahaman mengenai etika berkomentar di media sosial.
Siswa diberikan contoh perbandingan antara komentar yang kurang baik dan komentar yang lebih santun. Misalnya, komentar “Ih, jelek banget!” dibandingkan dengan “Coba warnanya dibuat lebih cerah.”
Melalui contoh tersebut, siswa diajak memahami bahwa kritik tetap dapat disampaikan, tetapi harus menggunakan bahasa yang sopan dan tidak merendahkan orang lain.
Mahasiswa juga mengingatkan siswa mengenai pentingnya mengatur waktu penggunaan media sosial. Penggunaan gawai secara berlebihan dinilai dapat membuat anak lalai terhadap kegiatan lain, seperti belajar, beristirahat, bermain, dan berkumpul bersama keluarga.
Karena itu, siswa diajak mulai mengatur waktu penggunaan gawai agar aktivitas di media sosial tidak mengganggu kewajiban sehari-hari.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 194 berharap siswa mampu menjadi pengguna media digital yang cerdas, aman, sopan, dan bertanggung jawab.
Edukasi literasi digital sejak sekolah dasar diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dalam menggunakan media sosial, termasuk kemampuan menyaring informasi, mengenali penipuan, menjaga data pribadi, berkomunikasi secara santun, serta mengatur waktu penggunaan gawai.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam mendukung peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah dan masyarakat Desa Purwosari.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti