Beranda Daerah Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Juwangi Perkuat Branding dan Promosi Digital

Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Juwangi Perkuat Branding dan Promosi Digital

Materi pendampingan mencakup cara membangun identitas usaha, membuat konten menarik, mengambil foto produk, menyusun caption, hingga memanfaatkan media sosial secara konsisten untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro 2026 melaksanakan program kerja Branding dan Promosi Digital UMKM melalui Media Sosial dengan melakukan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM di Desa Juwangi
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro 2026 melaksanakan program kerja Branding dan Promosi Digital UMKM melalui Media Sosial dengan melakukan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM di Desa Juwangi. (Foto : Dok KKN)

BOYOLALI, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Juwangi, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan pemasaran digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui program pendampingan branding dan promosi digital UMKM melalui media sosial. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung kepada sejumlah pelaku UMKM, di antaranya UMKM Sabar yang bergerak di bidang olahan singkong dan pisang pada Selasa (11/8/2026), serta UMKM Subur Marneng pada Jumat (14/8/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong digitalisasi UMKM di Desa Juwangi, terutama dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun identitas usaha sekaligus memperluas jangkauan promosi.

Berdasarkan hasil kunjungan, masih terdapat pelaku UMKM yang mengandalkan pemasaran secara konvensional dan belum memanfaatkan media sosial secara optimal. Karena itu, mahasiswa tidak hanya mengenalkan pentingnya logo atau identitas visual, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai branding usaha secara lebih luas.

Materi pendampingan mencakup cara membangun identitas usaha, membuat konten menarik, mengambil foto produk, menyusun caption, hingga memanfaatkan media sosial secara konsisten untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.

Pada kunjungan pertama, mahasiswa KKN mendampingi UMKM Sabar milik Sadiyem yang memproduksi berbagai olahan keripik, seperti keripik singkong dan keripik pisang.

Selama ini, kegiatan pemasaran UMKM tersebut masih dilakukan secara sederhana. Pelanggan biasanya datang langsung ke rumah atau melakukan pemesanan melalui WhatsApp. Media sosial belum dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan produk secara lebih luas.

“Saya biasane ya cuma lewat pesenen aja mbak, orang dateng ke rumah atau pesen lewat WhatsApp. Saya ndak paham juga kalau pake medsos itu,” ujar Sadiyem.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai potensi media sosial sebagai sarana pemasaran digital. Dengan kehadiran produk di platform digital, UMKM diharapkan tidak hanya bergantung pada pelanggan yang sudah mengenal atau datang langsung ke lokasi usaha.

Pendampingan kemudian dilanjutkan ke UMKM Subur Marneng pada Jumat (14/8/2026). UMKM ini memiliki kondisi yang berbeda karena telah memiliki akun TikTok, tetapi pemanfaatannya belum berjalan secara aktif.

Pemilik UMKM Subur Marneng, Dion, mengatakan dirinya mulai memiliki ketertarikan untuk mengembangkan pemasaran melalui media sosial. Bahkan, ia tengah menyiapkan studio sederhana di rumah yang nantinya dapat digunakan untuk melakukan siaran langsung atau live TikTok.

“Saya udah punya akun TikTok mbak, tapi belum dipakai. Sejauh ini saya sistemnya gantung nota, jadi saya taruh barang di toko, nanti baru diambil hasil penjualannya setelah beberapa waktu. Makanya saya sekarang lagi bangun studio buat live TikTok juga di rumah itu di belakang,” ujar Dion.

Dalam pendampingan tersebut, mahasiswa memberikan arahan mengenai strategi mengelola media sosial agar tidak sekadar memiliki akun, tetapi juga mampu menjadi kanal pemasaran yang aktif.

Beberapa ide konten yang diperkenalkan antara lain foto dan video produk, proses produksi, testimoni pelanggan, informasi promo, hingga konten behind the scene yang memperlihatkan aktivitas di balik proses pembuatan produk.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya konsistensi dalam mengunggah konten. Dengan identitas visual, gaya komunikasi, dan informasi produk yang konsisten, UMKM diharapkan lebih mudah dikenali oleh konsumen.

Perbedaan kondisi UMKM Sabar dan Subur Marneng menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan teknologi digital di kalangan pelaku UMKM Desa Juwangi masih beragam. Ada pelaku usaha yang bahkan belum memahami pemanfaatan media sosial untuk bisnis, sementara pelaku lainnya sudah memiliki akun digital tetapi belum mengoptimalkannya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim II Undip tidak hanya memberikan pengetahuan teknis mengenai penggunaan media sosial, tetapi juga berupaya membangun kesadaran bahwa pemasaran digital dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan usaha.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM Desa Juwangi membangun identitas usaha yang lebih kuat, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan daya tarik produk di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin dekat dengan platform digital.

Ke depan, pemanfaatan media sosial secara konsisten diharapkan mampu membuka peluang pasar baru bagi UMKM Desa Juwangi. Program pendampingan branding dan promosi digital ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tim II Undip dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.


Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version