Beranda Olahraga Turnamen Tenis PTS Jateng Bangkit Lagi Setelah Vakum Tujuh Tahun

Turnamen Tenis PTS Jateng Bangkit Lagi Setelah Vakum Tujuh Tahun

Sebanyak 42 pasangan dari berbagai PTS telah mendaftarkan diri. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah hingga sekitar 50 pasangan sebelum pendaftaran ditutup.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. ketika berikan keterangan
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. ketika berikan keterangan (Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id  – Lapangan tenis bakal menjadi ruang bertemunya keluarga besar perguruan tinggi swasta (PTS) se-Jawa Tengah. Setelah vakum selama tujuh tahun, Turnamen Tenis LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah kembali digelar pada 28–30 Agustus 2026.

Sebanyak 42 pasangan dari berbagai PTS telah mendaftarkan diri. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah hingga sekitar 50 pasangan sebelum pendaftaran ditutup.

Turnamen hasil kolaborasi LLDIKTI Wilayah VI, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) itu tidak hanya diarahkan untuk mengejar gelar juara. Ajang tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi.

Ketua Panitia Adhrial Refaddin mengatakan, turnamen kembali digelar setelah terhenti selama tujuh tahun akibat pandemi Covid-19 dan proses pemulihan pascapandemi.

“Turnamen tenis ini adalah edisi pertama setelah tujuh tahun off. Karena Covid dan recovery pasca-Covid yang membutuhkan waktu cukup panjang, akhirnya dengan diinisiasi oleh beliau bertiga, kita adakan lagi turnamen tenis antarperguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan sejumlah PTS, seperti Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Unimus, UPGRIS, Universitas Semarang (USM), dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Peserta tidak hanya berasal dari unsur pimpinan perguruan tinggi. Yayasan, rektorat, dekanat, ketua program studi, dosen tetap, hingga tenaga kependidikan dapat mengikuti pertandingan. Khusus tenaga kependidikan, peserta diwajibkan menunjukkan surat keputusan pengangkatan sebagai pegawai.

“Kami menjamin tidak ada pemain bon-bonan,” tegas Adhrial.

Empat nomor dipertandingkan dalam turnamen tersebut, yakni ganda eksekutif, ganda akumulasi usia 100 tahun, 90 tahun, dan 80 tahun. Seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur dengan mengacu pada aturan International Tennis Federation (ITF).

Nomor ganda eksekutif menjadi salah satu pembeda dalam penyelenggaraan tahun ini. Kategori tersebut diperuntukkan bagi unsur pimpinan perguruan tinggi, mulai pimpinan yayasan, rektorat, dekanat hingga pimpinan program studi.

Pertandingan digelar di tiga venue secara paralel, yakni lapangan tenis LLDIKTI Wilayah VI, UPGRIS, dan Unimus. Pembukaan dijadwalkan berlangsung Jumat (28/8) pagi di LLDIKTI Wilayah VI, sekaligus diramaikan pertandingan ekshibisi yang melibatkan sejumlah pimpinan perguruan tinggi.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. menilai turnamen tersebut menjadi contoh nyata gotong royong antarperguruan tinggi.

“Ini merupakan wujud gotong royong dalam membangun ekosistem pendidikan di Jawa Tengah yang sehat dan solid,” ujarnya.

Menurutnya, interaksi yang terbangun melalui olahraga dapat berkembang menjadi kerja sama di bidang pendidikan dan tridarma perguruan tinggi, seperti riset, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, dan workshop.

“Turnamen ini sekali lagi bukan sekadar untuk mencari juara. Yang lebih penting adalah melalui tenis ini dapat memperkuat persaudaraan, membangun jejaring, dan menumbuhkan semangat kolaborasi,” katanya.

Rektor Unimus Prof. Masrukhi menyambut positif kembalinya turnamen tersebut. Ia menilai kegiatan itu dapat menjadi ruang pembinaan sekaligus mempererat komunikasi antar-PTS.

“Ajang ini sangat positif untuk pembinaan kami semua, khususnya perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah,” ujarnya.

Senada, Rektor UPGRIS Sapto Budoyo melihat lapangan tenis sebagai ruang untuk membangun komunikasi yang lebih luas di luar kegiatan akademik.

“Tenis ini bukan merupakan tujuan mencari kemenangan, tetapi mudah-mudahan menjadi sarana untuk mencapai bagaimana perguruan tinggi melaksanakan tridarmanya, baik pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, penelitian dan lain sebagainya,” tuturnya.

Dengan semangat tersebut, turnamen tenis LLDIKTI Wilayah VI diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi olahraga. Pertemuan antarpimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di lapangan diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama PTS Jawa Tengah yang lebih luas.

Penulis : Jaka N

Editor : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version