Beranda Daerah Dari Sampah Jadi Karya, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Ecobrick dan Keychain kepada...

Dari Sampah Jadi Karya, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Ecobrick dan Keychain kepada Siswa SD

Salah satu luaran utama yang dihasilkan berupa poster edukasi digital interaktif. Media tersebut dirancang untuk memberikan panduan praktis mengenai tahapan pembuatan ecobrick.

Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 sukses menyelenggarakan program edukasi lingkungan bertajuk "Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Keychain dan Ecobrick
Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 sukses menyelenggarakan program edukasi lingkungan bertajuk "Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Keychain dan Ecobrick. (Foto : Dok KKN)

BOYOLALI, Jatengnews.id – Upaya meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan interaktif.

Hal tersebut diwujudkan Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 melalui program edukasi lingkungan bertajuk “Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Keychain dan Ecobrick untuk Meningkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah”.

Program yang dilaksanakan di SD Wonoharjo tersebut mengusung pendekatan visual dan interaktif agar materi mengenai pemilahan serta pemanfaatan limbah rumah tangga lebih mudah dipahami oleh siswa. Salah satu inovasi dalam kegiatan ini datang dari mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Sains dan Matematika Undip, Erzachel Senna Rizky Farezi.

Dalam kegiatan tersebut, Erzachel berperan sebagai Fasilitator Media Digital sekaligus Dokumentasi. Ia bertanggung jawab menyiapkan berbagai media visual yang digunakan untuk mendukung penyampaian materi kepada para siswa.

Salah satu luaran utama yang dihasilkan berupa poster edukasi digital interaktif. Media tersebut dirancang untuk memberikan panduan praktis mengenai tahapan pembuatan ecobrick. Informasi disajikan secara visual sehingga siswa dapat mengikuti proses pengolahan sampah plastik dengan lebih mudah.

Selain materi ecobrick, Erzachel juga membuat poster instruksional mengenai pemanfaatan limbah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci atau keychain. Melalui media tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep sederhana bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus estetika.

Tidak hanya berada di balik layar, mahasiswa Informatika tersebut juga terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan. Erzachel dipercaya menjadi moderator dan memandu sesi kuis edukatif bersama para siswa.

Sesi kuis dikemas secara interaktif untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman siswa mengenai materi yang telah disampaikan. Dengan adanya komunikasi dua arah, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak aktif menjawab pertanyaan dan terlibat dalam proses pembelajaran.

Pendekatan tersebut membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup. Materi tentang sampah yang kerap dianggap monoton dapat disampaikan melalui perpaduan desain visual, presentasi, kuis, dan praktik pengolahan limbah.

Di samping bertugas menyiapkan media edukasi dan memandu kegiatan, Erzachel juga melakukan pengarsipan visual selama rangkaian praktik berlangsung. Dokumentasi berupa foto dan video digunakan untuk merekam proses edukasi serta praktik pemanfaatan limbah yang dilakukan bersama siswa.

Kehadiran mahasiswa Informatika dalam program tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan kreativitas digital dapat mendukung edukasi lingkungan di tingkat sekolah dasar. Media visual yang menarik dipadukan dengan aktivitas interaktif mampu membantu siswa memahami pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dini.

Melalui program KKN ini, mahasiswa Undip tidak hanya memperkenalkan cara sederhana mengolah limbah rumah tangga, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Edukasi sejak usia sekolah diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.






Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version