Beranda Daerah UMKM Wanarejan Selatan Bersiap Naik Kelas, KKN Undip Hadirkan Legalitas dan Strategi...

UMKM Wanarejan Selatan Bersiap Naik Kelas, KKN Undip Hadirkan Legalitas dan Strategi Digital

Selain edukasi, mahasiswa juga memberikan pendampingan langsung dalam proses pendaftaran NIB kepada satu pelaku usaha di RW 06 serta membantu pembuatan QRIS bagi satu pelaku usaha di RW 07.

Penyerahan policy brief berjudul “Mendorong Pengelolaan Limbah Cair Sarung Goyor yang Layak dan Terjangkau di Wanarejan Selatan” (Dok. Tim KKN Undip)
Penyerahan policy brief berjudul “Mendorong Pengelolaan Limbah Cair Sarung Goyor yang Layak dan Terjangkau di Wanarejan Selatan” (Dok. Tim KKN Undip)

PEMALANG, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Wanarejan Selatan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui penguatan legalitas, digitalisasi, administrasi, inovasi produk, hingga keselamatan kerja.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program multidisiplin bertajuk “UMKM Wansel Naik Kelas” yang dilaksanakan pada 24 Juli hingga 17 Agustus 2026. Pendampingan diberikan secara langsung dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Salah satu fokus utama program adalah membantu pelaku UMKM memahami sekaligus mengurus legalitas usaha. Tim KKN membagikan buku saku kebijakan UMKM yang berisi panduan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan QRIS.

Selain edukasi, mahasiswa juga memberikan pendampingan langsung dalam proses pendaftaran NIB kepada satu pelaku usaha di RW 06 serta membantu pembuatan QRIS bagi satu pelaku usaha di RW 07.

Pendampingan perpajakan juga diberikan kepada salah satu pemilik usaha makanan di RW 02. Pelaku usaha mendapatkan edukasi personal serta demonstrasi penggunaan Coretax agar dapat memahami dan menjalankan kewajiban perpajakan secara lebih mandiri.

Digitalisasi menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Salah satunya dilakukan pada usaha Aroma Snack. Tim KKN membantu membuat akun Instagram @aromasnackpemalang sekaligus katalog digital yang menampilkan lima produk utama dan lima produk lainnya.

Pemilik usaha juga mendapatkan edukasi mengenai strategi pemasaran terpadu serta administrasi bisnis dasar. Untuk mendukung pengelolaan persediaan, mahasiswa memberikan kartu stok barang dan mendampingi pemilik usaha dalam melakukan pencatatan.

Dengan pencatatan tersebut, pelaku usaha dapat lebih mudah mengetahui jumlah barang yang masuk, keluar, dan masih tersedia tanpa harus mengandalkan ingatan.

“Kartu stok ini membantu saya mengetahui jumlah barang yang tersedia tanpa harus mengingat satu per satu sehingga pencatatan menjadi lebih mudah dan rapi,” ujar Rukitno, pemilik usaha Aroma Snack.

Tak berhenti pada aspek legalitas dan pemasaran, program “UMKM Wansel Naik Kelas” juga mendorong inovasi usaha dengan memanfaatkan potensi bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Di RW 02, ibu-ibu mendapatkan demonstrasi sekaligus praktik pembuatan sushi menggunakan campuran nasi dan ketan sebagai alternatif bahan yang lebih mudah diperoleh. Sementara itu, di RW 07, tim KKN mempraktikkan penanaman daun bawang menggunakan kompos.

Tanaman daun bawang tersebut diarahkan untuk menjadi salah satu sumber bahan baku bagi usaha mie ayam. Pemanfaatan media tanam berbasis kompos diharapkan dapat membantu mengurangi sebagian kebutuhan pembelian bahan baku sekaligus mendorong praktik usaha yang lebih berkelanjutan.

Persoalan lingkungan dari aktivitas produksi UMKM juga menjadi perhatian mahasiswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik rumah tenun dan ketua RW, tim KKN menemukan persoalan pembuangan limbah cair dari kegiatan produksi sarung goyor yang belum melalui proses pengolahan dan berpotensi memengaruhi kualitas air sumur warga.

Temuan tersebut kemudian dikaji dan disusun dalam bentuk policy brief yang diserahkan kepada Lurah Wanarejan Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyampaikan risiko lingkungan sekaligus mendorong adanya tindak lanjut dari pihak terkait.

Salah satu pelaku usaha rumah tenun berharap persoalan limbah tersebut dapat memperoleh solusi konkret, terutama dalam penyediaan sarana pengolahan limbah yang terjangkau.

“Inginnya ada hasil konkretnya ya, Mbak, supaya bisa mengolah limbah. Kalau biayanya dari saya sendiri, ndak sanggup,” ungkap Karoji, salah satu pemilik rumah tenun.

Selain pengembangan usaha dan pengelolaan lingkungan, mahasiswa juga memperhatikan aspek keselamatan kerja. Tim KKN menyerahkan sarung tangan dan face shield kepada tiga pekerja bengkel pengelasan di RW 03 sebagai upaya meningkatkan perlindungan saat bekerja.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kelas UMKM tidak hanya sebatas memperluas pemasaran atau mengurus legalitas. Penguatan administrasi, inovasi produk, pemanfaatan potensi lokal, keselamatan kerja, serta pengendalian dampak lingkungan turut menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Melalui program “UMKM Wansel Naik Kelas”, mahasiswa KKN Undip berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak berhenti pada edukasi, tetapi juga memberikan praktik dan fasilitas yang dapat langsung dimanfaatkan pelaku UMKM. Diharapkan, pendampingan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Wanarejan Selatan untuk semakin mandiri, adaptif, dan mampu berkembang di tengah tuntutan ekonomi digital.







Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version