
Kendal, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 168 mengajak siswa SDN 03 Sojomerto, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, belajar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui praktik mencuci tangan menggunakan sabun, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif melalui eksperimen sederhana menggunakan air, lada, dan sabun. Metode ini digunakan untuk membantu siswa memahami pentingnya mencuci tangan dengan sabun dalam menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran kuman.
Dalam eksperimen, mahasiswa menaburkan lada di atas permukaan air sebagai perumpamaan sederhana kuman yang dapat menempel pada tangan. Ketika sabun disentuhkan ke permukaan air, lada bergerak menjauh dari titik sabun. Percobaan tersebut menjadi media visual bagi mahasiswa untuk menjelaskan kepada siswa mengenai peran sabun dalam membersihkan tangan.
Setelah eksperimen, kegiatan dilanjutkan dengan bernyanyi sambil memperagakan langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Siswa diajak mengenali bagian tangan yang perlu dibersihkan, mulai dari telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, hingga bagian kuku.
Siswa kemudian mempraktikkan secara langsung cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Antusiasme terlihat dari keaktifan siswa selama mengikuti eksperimen, gerakan mencuci tangan, hingga praktik secara mandiri.
Koordinator Desa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko Desa Sojomerto, Tegar Budi Hartadi, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas secara sederhana agar materi PHBS lebih mudah dipahami siswa.
“Kami memilih kegiatan yang sederhana karena ingin menunjukkan bahwa belajar tentang kebersihan tidak harus selalu dilakukan melalui penjelasan di dalam kelas. Dengan adanya eksperimen sederhana ini, mereka bisa melihat, mengikuti, dan mencoba sendiri apa yang baru saja dipelajari,” ujar Tegar Budi Hartadi.
Sementara itu, Guru SDN 03 Sojomerto, Riyadi, menilai pembelajaran berbasis praktik membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan.
“Kegiatan ini menarik karena anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melihat percobaan dan mencoba sendiri cara mencuci tangan yang benar. Cara seperti ini membuat mereka lebih aktif mengikuti pembelajaran,” ujar Riyadi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dalam kehidupan sehari-hari, baik sebelum dan sesudah beraktivitas di sekolah maupun saat berada di rumah.
Penulis: Tim KKN UIN Walisongo Posko 168
Editor: R. D. Pramesti