Beranda Daerah KKN-T 91 Undip Dampingi 11 UMKM Desa Mendelem Perkuat Digital Branding dan...

KKN-T 91 Undip Dampingi 11 UMKM Desa Mendelem Perkuat Digital Branding dan Marketing

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menghadapi persoalan teknis, tetapi juga perbedaan tingkat literasi digital di kalangan pelaku UMKM.

mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Tim 91 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar program pendampingan "Digital Branding dan Marketing" bagi 11 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Tim 91 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar program pendampingan "Digital Branding dan Marketing" bagi 11 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. (Foto : Dok KKN)

PEMALANG, Jatengnews.id – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi desa terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 91 Universitas Diponegoro (UNDIP).

Salah satunya melalui program pendampingan “Digital Branding dan Marketing” yang menyasar 11 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.

Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yakni pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak. Kegiatan difokuskan pada percepatan digitalisasi UMKM di RW Karangpule dan RW Penpen.

Meski memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, sejumlah pelaku UMKM di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi digital. Mulai dari belum tersedianya lokasi usaha pada Google Maps, penggunaan pembayaran nontunai, hingga minimnya identitas visupal usaha yang dapat memperkuat branding.

Person in Charge (PIC) program kerja, Patricia Gabrielle Yudianto (Elle), mahasiswa Informatika FSM UNDIP, mengatakan pendampingan dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan masing-masing pelaku usaha.

“Kami memfasilitasi pembuatan titik Google Maps, QRIS, serta desain identitas visual seperti logo, banner, hingga label kemasan secara gratis. Penyesuaian dilakukan sesuai dengan keinginan dan kesiapan masing-masing pemilik UMKM,” ujar Elle.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T 91 berhasil menghasilkan sejumlah luaran digital dan fisik. Di antaranya 10 titik Google Maps, lima akses pembayaran QRIS berbasis akun Dana, lima modul panduan QRIS cetak, tujuh desain logo, empat desain daftar harga, satu desain label kemasan, serta tiga desain banner.

Pendampingan Disesuaikan dengan Literasi Digital Warga

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menghadapi persoalan teknis, tetapi juga perbedaan tingkat literasi digital di kalangan pelaku UMKM.

PIC program kerja lainnya, Nanda Hafizhah Ayuzahra, mahasiswa Teknik Industri FT UNDIP, menjelaskan bahwa terdapat pelaku usaha yang sudah siap beradaptasi dengan teknologi, sementara sebagian lainnya masih belum terbiasa menggunakan transaksi digital.

“Hambatan utama di lapangan adalah adanya kesenjangan pemahaman teknologi (gap digital). Ada pengusaha yang siap beradaptasi, namun ada pula yang belum terbiasa dengan transaksi digital atau bahkan tidak memiliki smartphone,” jelas Nanda.

Karena itu, tim memilih pendekatan yang tidak memaksakan seluruh fasilitas digital kepada setiap pelaku usaha. Pendampingan diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing UMKM agar teknologi yang diterapkan benar-benar dapat membantu operasional usaha.

Sebagai bentuk edukasi berkelanjutan, mahasiswa juga menyusun dan mencetak Modul Panduan QRIS. Modul tersebut diberikan kepada pelaku UMKM penerima QRIS sebagai panduan mandiri, khususnya untuk membantu proses penarikan saldo ke rekening pribadi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan tahap persiapan dan uji coba pada akhir Juli 2026. Selanjutnya, penyisiran lokasi dilakukan pada 1–4 Agustus 2026 oleh Tim Survey dan Digitalisasi yang bekerja dalam sesi pagi dan sore.

Tahap verifikasi sistem Google Maps dan pemantauan transaksi QRIS kemudian dilakukan pada 5 Agustus. Seluruh hasil desain dan luaran fisik diserahkan kepada pelaku UMKM pada 7 Agustus 2026.

Toko Kelontong Berusia 20 Tahun Ikut Dipetakan Secara Digital

Salah satu pengalaman menarik terjadi saat tim melakukan pendampingan di RW Penpen. Mahasiswa menemukan sebuah toko kelontong yang telah beroperasi selama sekitar 20 tahun dan menjadi salah satu usaha yang cukup dikenal warga setempat.

Pemilik toko yang sudah lanjut usia tersebut belum memiliki smartphone sehingga tidak memungkinkan untuk mendapatkan fasilitas QRIS. Meski demikian, mahasiswa tetap membantu mendaftarkan lokasi toko tersebut ke Google Maps.

Langkah tersebut menjadi upaya untuk menjaga eksistensi usaha lama di tengah perkembangan ekonomi digital. Dengan tercatat secara digital, keberadaan toko diharapkan lebih mudah ditemukan masyarakat maupun calon pelanggan.

Apresiasi juga datang dari para pelaku UMKM yang menerima pendampingan. Salah satunya Ibu Ani, pemilik Mie Ayam Ibu Ani, yang mengaku terbantu dengan fasilitas digital yang diberikan mahasiswa.

“Makasih banyak mbak sudah dibuatkan desainnya, semoga bermanfaat, jualannya tambah laris, maju, dan barokah. Terima kasih banyak sudah dibantu, semoga QRIS-nya bermanfaat,” ungkap Ibu Ani.

Selain Mie Ayam Ibu Ani dan Toko Kelontong Bu Nuryati, pendampingan juga diberikan kepada sejumlah UMKM lain, seperti Kanti Bagus, Warung Mama Cia, Pijat dan Jamu Gemilang, Gula Aren Fatin, Toko Nanda, Warung Elin, Zildan Pro Decoration, Warung Ibu Kasni, serta Susi Laundry.

Bagian dari Penguatan Kemandirian Ekonomi Desa

Program Digital Branding dan Marketing tersebut merupakan bagian dari rangkaian KKN-T Tim 91 UNDIP yang mengusung tema “Smart Permaculture Village: KKN Interprofesional untuk Kesehatan Masyarakat, Kemandirian Pangan, dan Penguatan Pendidikan Anak berbasis Literasi Digital”.

Pelaksanaan program mendapat bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Ns. Umi Hani, M.Kep., Sp.Kep.Kom., Dyah Ika Rinawati, S.T., M.T., Ph.D., dan Prof. Dr. Istna Mangisah, S.Pt., M.P.

Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN-T 91 UNDIP berharap pelaku UMKM Desa Mendelem dapat semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital. Pemanfaatan Google Maps, QRIS, serta penguatan identitas visual usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.







Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version