
KENDAL, Jatengnews.id — Keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat. Tidak hanya bergantung pada bahan baku, keamanan pangan juga ditentukan oleh bagaimana makanan diolah, disimpan, hingga disajikan.
Kesadaran tersebut didorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui program “Edukasi Penerapan Higiene dan Sanitasi Pangan untuk Mendukung Keamanan Pangan pada UMKM Pangan Desa Kangkung”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) di Angkringan Teras dan Warung Makan Lek Salim, Desa Kangkung, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan mengenai pentingnya penerapan higiene dan sanitasi dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi secara langsung melalui penyerahan poster informatif yang memuat berbagai praktik kebersihan dalam proses pengolahan, penyimpanan, dan penyajian pangan.
Pelaku UMKM menjadi sasaran penting dalam program ini karena aktivitas mereka berhubungan langsung dengan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat. Penerapan kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan diri dan peralatan, memperhatikan proses pengolahan, menyimpan makanan secara tepat, serta menjaga kebersihan saat penyajian, menjadi bagian penting dalam menciptakan pangan yang aman bagi konsumen.
Tidak sekadar menyerahkan poster, mahasiswa KKN juga menjelaskan secara langsung setiap poin yang terdapat dalam media edukasi tersebut. Penyampaian dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar informasi mudah dipahami dan dapat diterapkan sesuai dengan kondisi masing-masing usaha.
Ketua Karang Taruna sekaligus pemilik UMKM Angkringan Teras, Nazid, menilai edukasi mengenai higiene dan sanitasi pangan dapat menjadi pengingat bagi pelaku usaha untuk semakin memperhatikan kebersihan dalam menjalankan bisnis kuliner.
“Kebersihan dalam usaha makanan itu sangat penting. Poster ini bisa menjadi pengingat bagi kami untuk lebih memperhatikan kebersihan, mulai dari proses pengolahan sampai makanan disajikan kepada pelanggan,” ujar Nazid.
Hal senada disampaikan Mbak Mus, pemilik UMKM Warung Makan Lek Salim. Menurutnya, kebersihan perlu diperhatikan dalam setiap tahapan sebelum makanan sampai ke tangan konsumen.
“Menjaga kebersihan bukan hanya membuat tempat usaha terlihat bersih, tetapi juga bagaimana makanan diolah, disimpan, dan disajikan dengan baik. Edukasi seperti ini membantu kami untuk lebih memperhatikan hal-hal tersebut dalam kegiatan sehari-hari,” ungkapnya.
Poster yang diberikan kepada pelaku UMKM diharapkan tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pengingat untuk menerapkan prinsip higiene dan sanitasi secara konsisten dalam kegiatan usaha.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Undip turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan kesadaran mengenai keamanan pangan, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui dorongan terhadap praktik pengolahan pangan yang lebih higienis dan bertanggung jawab.
Selain itu, edukasi bagi pelaku UMKM juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendorong praktik usaha pangan yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap edukasi mengenai keamanan pangan tidak berhenti pada penyampaian informasi. Penerapan higiene dan sanitasi yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membantu menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi konsumen.
Dengan semakin baiknya kesadaran pelaku UMKM terhadap kebersihan pangan, kualitas usaha kuliner di Desa Kangkung diharapkan dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan dan kepercayaan masyarakat sebagai konsumen.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi