
Kendal, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 198 mengajak 35 ibu PKK Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mengolah tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci melalui pelatihan Eco Craft di Balai Desa Lanji, Kamis (06/08/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah plastik sekaligus mengembangkan keterampilan yang berpotensi bernilai ekonomi.
Pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja KKN MIT Ke-22 Posko 198. Kegiatan dirancang dalam bentuk edukasi berbasis praktik agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga dapat langsung memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan.
Mahasiswa KKN mengenalkan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai langkah sederhana dalam mengurangi limbah plastik. Peserta juga mendapatkan materi mengenai pengertian Eco Craft, manfaat pemanfaatan barang bekas, serta peluang mengembangkan limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas. Mahasiswa KKN memperagakan tahapan pembuatan sebelum peserta mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan.
Para ibu PKK diberi kesempatan membuat gantungan kunci sesuai kreativitas masing-masing. Peserta dapat menentukan bentuk, warna, dan hiasan yang digunakan sehingga menghasilkan kerajinan yang beragam. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan diikuti peserta dengan antusias.
Melalui praktik tersebut, mahasiswa KKN mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap barang bekas. Tutup botol plastik yang selama ini mudah dibuang dapat dimanfaatkan kembali menjadi benda yang memiliki nilai guna, sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai produk kerajinan.
Salah satu kader PKK Desa Lanji, Siti Maryam, mengapresiasi pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sampah plastik sekaligus membuka peluang usaha sampingan bagi masyarakat.
“Saya sangat berterima kasih atas ilmu yang telah diberikan kepada kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama untuk mengurangi sampah plastik dan memanfaatkannya menjadi barang yang berharga. Nantinya hasil kerajinan ini juga bisa menjadi usaha sampingan yang mungkin dapat menambah pendapatan,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan kader PKK lainnya, Mustafidah Aryati. Ia menilai pelatihan Eco Craft memberikan manfaat dari sisi keterampilan, lingkungan, maupun ekonomi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena barang bekas dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi sampah plastik, pelatihan ini juga menambah keterampilan. Sekarang kita bisa membuat gantungan kunci sendiri tanpa harus membelinya,” tuturnya.
Keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan diharapkan dapat diterapkan kembali oleh peserta di lingkungan rumah. Dengan memanfaatkan barang bekas yang tersedia, masyarakat dapat mengurangi limbah sekaligus menghasilkan barang yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain sebagai barang pakai, gantungan kunci hasil Eco Craft juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Variasi bentuk, warna, dan hiasan dapat disesuaikan dengan kreativitas sehingga menghasilkan kerajinan yang memiliki daya tarik bagi calon pembeli.
Melalui pelatihan Eco Craft, KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 198 berharap kesadaran masyarakat Desa Lanji terhadap pengelolaan sampah plastik semakin meningkat.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong ibu-ibu PKK untuk terus mengembangkan kreativitas serta memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomi.
Penulis: Tim mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Posko 198|
Editor: R. D. Pramesti