Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Gandeng PKK Mangunanlor Olah Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme

KKN UIN Walisongo Gandeng PKK Mangunanlor Olah Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme

Pelatihan mengajak ibu-ibu PKK memanfaatkan kulit buah dan sisa sayuran untuk mengurangi sampah organik rumah tangga.

praktik eco enzym kkn uin ws
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 144 bersama ibu-ibu PKK Desa Mangunanlor setelah mengikuti edukasi dan praktik pembuatan eco enzyme dari sampah organik rumah tangga, Jumat (07/08/2026) (Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 144 menggandeng ibu-ibu PKK Desa Mangunanlor dalam edukasi dan praktik pembuatan eco enzyme dari sampah organik rumah tangga, Jumat (07/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Mangunanlor, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, tersebut menjadi upaya mendorong masyarakat mengelola limbah dapur agar lebih bermanfaat.

Pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran yang selama ini umumnya dibuang. Melalui pembuatan eco enzyme, mahasiswa KKN mengajak peserta mengenal salah satu cara sederhana mengurangi sampah organik dari lingkungan rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan eco enzyme sebagai cairan hasil fermentasi bahan organik dengan campuran gula merah atau molase dan air. Peserta diperkenalkan dengan komposisi bahan menggunakan perbandingan 1:3:10, yaitu satu bagian gula, tiga bagian sampah organik, dan 10 bagian air.

Setelah materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Ibu-ibu PKK Desa Mangunanlor mengikuti setiap tahapan pembuatan eco enzyme, mulai dari menyiapkan bahan hingga mencampurkannya ke dalam wadah fermentasi.

Antusiasme peserta terlihat dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan selama praktik. Peserta tidak hanya menanyakan proses fermentasi, tetapi juga cara menggunakan eco enzyme setelah proses fermentasi selesai.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa eco enzyme yang telah melalui proses fermentasi dapat dimanfaatkan setelah diencerkan, antara lain sebagai pembersih rumah tangga dan pupuk cair untuk tanaman. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat mengurangi pembuangan sampah organik sekaligus memanfaatkan bahan yang tersedia di rumah.

Pemateri eco enzyme dari KKN UIN Walisongo, Melinda, berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk mengolah sampah dapur secara mandiri.

“Semoga dengan adanya edukasi pembuatan eco enzyme, ibu-ibu PKK atau warga Mangunanlor bisa lebih memanfaatkan sisa-sisa sayuran dan kulit buah menjadi lebih bermanfaat lagi,” ungkap Melinda.

Respons positif juga disampaikan Tini, selaku ibu kepala desa. Ia mengaku tertarik mencoba membuat eco enzyme secara mandiri untuk dimanfaatkan pada tanaman di rumah.

“Habis praktik saya mau nyoba bikin pupuk sendiri di rumah, lumayan untuk tanaman saya,” ucap Tini.

Kegiatan edukasi dan praktik tersebut berlangsung dengan lancar. Mahasiswa KKN berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah sehingga pengelolaan sampah organik tidak hanya dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Melalui program tersebut, KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 144 juga berupaya memperkuat kolaborasi dengan masyarakat Desa Mangunanlor dalam membangun kesadaran terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Tim mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 144
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version