
Kendal, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 190 melatih ibu-ibu PKK Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mengolah ikan tengiren menjadi nugget yang digelar di Balai Desa Magersari, Selasa (18/08/2026).
Pelatihan ini dilakukan untuk mendorong pemanfaatan hasil tangkapan nelayan menjadi produk bernilai tambah.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 ibu-ibu PKK. Ketua PKK Desa Magersari, istri sekretaris desa, dan Ibu Lurah turut hadir dalam pelatihan yang digagas Divisi Ekonomi Kreatif Posko 190.
Ikan tengiren dipilih sebagai bahan utama karena merupakan salah satu hasil tangkapan nelayan Desa Magersari. Mahasiswa KKN mengenalkan alternatif pengolahan ikan agar hasil tangkapan tidak hanya dijual atau dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk pangan yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
“Potensi ikan di Magersari cukup dekat dengan kehidupan masyarakat karena banyak warga yang bekerja sebagai nelayan. Kami ingin bagaimana hasil tangkapan tersebut tidak hanya dijual atau dikonsumsi, tetapi bisa diolah menjadi produk yang mempunyai nilai tambah,” kata Ketua Divisi Ekonomi Kreatif Posko 190, Tri Wahyuni Aprilia.
Pelatihan menggunakan metode praktik langsung. Peserta dibagi menjadi dua kelompok dan mengikuti setiap tahapan setelah mahasiswa memberikan contoh. Dengan metode tersebut, ibu-ibu PKK terlibat langsung dalam proses pembuatan nugget dari awal hingga produk siap disajikan.
Ikan tengiren yang telah dibersihkan dan dihaluskan menjadi bahan dasar pembuatan adonan. Untuk memperlihatkan proses secara lebih lengkap, mahasiswa juga menampilkan video mengenai tahapan membersihkan dan menghaluskan ikan.
Selanjutnya, ikan yang telah dihaluskan dicampur dengan tepung tapioka, bawang putih, bawang bombay, bawang merah, dan telur. Adonan kemudian dikukus hingga matang.
Setelah dikukus, adonan dipotong dan dilapisi tepung panir. Nugget selanjutnya digoreng hingga matang dan siap dikonsumsi.
Tidak hanya mengajarkan teknik pengolahan, Divisi Ekonomi Kreatif Posko 190 juga memberikan pengenalan mengenai peluang pengembangan nugget ikan sebagai produk usaha. Peserta diajak membahas aspek kemasan dan pemasaran agar produk olahan ikan dapat memiliki daya jual.
Ketua PKK Desa Magersari, Mar’atus Sholiha, turut menyampaikan peluang pengurusan sertifikasi halal apabila produk tersebut nantinya dikembangkan dan dipasarkan secara lebih luas. Sertifikasi halal dinilai menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan produk pangan.
Tri berharap keterampilan yang diperoleh ibu-ibu PKK dapat terus dikembangkan setelah kegiatan KKN berakhir. Menurutnya, pemanfaatan ikan hasil tangkapan nelayan sebagai bahan baku produk olahan dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Melalui pelatihan tersebut, KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 190 mendorong masyarakat Desa Magersari untuk melihat hasil tangkapan ikan tidak hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku produk yang berpotensi memberikan nilai ekonomi lebih tinggi.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 190
Editor: R. D. Pramesti