Beranda Pendidikan KKN UPGRIS Bantu UMKM Peyek Putra Kembar Perkuat Branding

KKN UPGRIS Bantu UMKM Peyek Putra Kembar Perkuat Branding

Pendampingan dilakukan setelah mahasiswa menggali informasi terkait perjalanan usaha, proses produksi, bahan baku, hingga pemasaran produk.

kkn upgris
Mahasiswa KKN UPGRIS ketika membantu UMKM peyek Putra Kembar (Foto:ist)

DEMAK, Jatengnews.id  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) membantu UMKM Peyek Putra Kembar di Desa Waru, Kabupaten Demak, memperkuat identitas produk melalui pembuatan logo, Rabu (19/8/2026).

Pendampingan dilakukan setelah mahasiswa menggali informasi terkait perjalanan usaha, proses produksi, bahan baku, hingga pemasaran produk. UMKM Peyek Putra Kembar diketahui telah berproduksi sejak 2018 dan masih mempertahankan proses produksi secara manual.

Pemilik UMKM, Matngalim, mengatakan usaha tersebut terus berjalan sejak pertama kali dirintis.

“Usaha peyek ini sudah berjalan sejak tahun 2018. Selama ini tempat produksinya masih sama,” ujar Matngalim.

Dalam satu kali produksi, Peyek Putra Kembar mampu menghasilkan sekitar satu kuintal peyek. Proses pengemasan dibantu tiga pekerja, sementara pemasaran dilakukan melalui sales. Produk tersebut dijual sekitar Rp4.500 per kemasan.

Menurut Matngalim, salah satu kendala yang dihadapi adalah ketersediaan dan fluktuasi harga kedelai sebagai bahan utama produksi.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS membantu membuat logo sebagai identitas visual produk. Logo diharapkan membuat Peyek Putra Kembar lebih mudah dikenali sekaligus memiliki pembeda dengan produk sejenis.

Koordinator Desa (Kordes) KKN 36 UPGRIS di Desa Waru, Isfadhil, mengatakan UMKM tersebut memiliki peluang untuk berkembang lebih luas.

“Kami melihat UMKM Peyek Putra Kembar ini punya potensi besar untuk berkembang lebih jauh, apalagi produksinya sudah konsisten sejak 2018. Melalui pembuatan logo ini, kami berharap produk bisa lebih mudah dikenali masyarakat luas dan punya daya saing yang lebih kuat di pasaran,” ujar Isfadhil.

Ia berharap pendampingan ke depan dapat dikembangkan pada aspek lain, seperti strategi pemasaran dan pengemasan, sehingga UMKM di Desa Waru semakin siap menjangkau pasar yang lebih luas.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN UPGRIS dalam mendorong penguatan ekonomi lokal sekaligus mengenalkan potensi produk UMKM Desa Waru.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Jaka N

Exit mobile version