
SEMARANG, Jatengnews.id– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (UNDIP) mendorong pemanfaatan limbah tekstil melalui program pengolahan kain perca menjadi produk bernilai jual di UMKM Kristy Collection, Desa Gebugan, Kabupaten Semarang.
Program bertajuk “Optimalisasi Limbah Kain Perca Menjadi Produk Jadi yang Memiliki Nilai Jual” tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan solusi atas limbah kain perca yang dihasilkan dari aktivitas produksi butik dan konveksi.
Kristy Collection merupakan salah satu UMKM lokal yang bergerak di bidang butik dan konveksi. UMKM ini memproduksi berbagai jenis pakaian, mulai dari seragam, batik hingga kebaya. Produk Kristy Collection juga telah dipasarkan hingga wilayah Kota Semarang.
Di tengah aktivitas produksi yang cukup tinggi, muncul persoalan berupa sisa kain perca. Potongan kain tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menjadi limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T UNDIP melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pemilik UMKM Kristy Collection. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi limbah kain perca sekaligus menggali peluang pemanfaatannya menjadi produk baru.
Berdasarkan hasil identifikasi, Tim KKN-T UNDIP kemudian merancang pemanfaatan kain perca menjadi produk jadi berupa cempal. Pemilihan cempal didasarkan pada fungsinya yang dekat dengan kebutuhan rumah tangga serta peluang pengembangannya sebagai produk kreatif.
Melalui inovasi tersebut, kain perca yang sebelumnya hanya menjadi sisa produksi dapat memiliki fungsi baru sekaligus nilai jual. Produk cempal juga dapat dikembangkan dengan berbagai kombinasi motif dan warna sesuai karakteristik kain yang tersedia.
Pemanfaatan kain perca ini tidak hanya bertujuan mengurangi jumlah limbah tekstil, tetapi juga membuka peluang usaha tambahan bagi UMKM. Sisa bahan produksi yang sebelumnya kurang bernilai dapat diubah menjadi produk yang berpotensi dipasarkan kepada konsumen.
Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini turut mengenalkan konsep ekonomi sirkular kepada pelaku UMKM. Konsep tersebut mendorong pemanfaatan kembali material agar memiliki umur penggunaan lebih panjang dan tidak langsung berakhir sebagai limbah.
Tim KKN-T UNDIP berharap inovasi pengolahan kain perca tersebut dapat terus dikembangkan oleh Kristy Collection. Tidak menutup kemungkinan, berbagai produk kreatif lain dapat dihasilkan dari sisa kain sesuai dengan kebutuhan pasar.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan UMKM lokal yang lebih inovatif dan ramah lingkungan. Dengan mengoptimalkan bahan yang tersedia, UMKM tidak hanya dapat mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan sumber nilai ekonomi baru.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yaitu Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga mendukung SDGs poin 8, Decent Work and Economic Growth, dengan mendorong terciptanya peluang ekonomi melalui inovasi produk dan pengembangan potensi UMKM lokal.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi