
SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (UNDIP) mendorong penguatan ekonomi kreatif di Desa Gebugan, Kabupaten Semarang, melalui fasilitasi kemitraan strategis antara pelaku UMKM dan komunitas seni.
Program tersebut digagas oleh Amir Farhan Rabbani Azrul, mahasiswa KKN-T 84 UNDIP, melalui edukasi dan pendampingan penyusunan surat kemitraan business to business (B2B) antara Kristy Collection, butik konveksi milik Tri Gunarti, dengan Sanggar Seni dan Budaya Among Rasa Atunggal yang digawangi Robby Arsadani.
Inisiatif ini berangkat dari adanya potensi kerja sama yang dinilai saling menguntungkan. Kristy Collection memiliki kemampuan dalam menyediakan kebutuhan konveksi dan kostum, sementara Sanggar Among Rasa Atunggal aktif dalam berbagai kegiatan seni dan pementasan di Desa Gebugan maupun wilayah sekitarnya.
Sebelum adanya program pendampingan, kebutuhan kostum dan perlengkapan seni sanggar masih dipenuhi secara insidental tanpa adanya mitra produksi tetap. Di sisi lain, pemasaran Kristy Collection masih banyak mengandalkan jaringan pelanggan konvensional.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T UNDIP berupaya menjembatani kedua pihak agar potensi yang dimiliki dapat dikembangkan melalui kerja sama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Amir memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemitraan yang terdokumentasi secara resmi. Surat kemitraan dinilai dapat menjadi acuan bagi kedua pihak karena memuat pembagian peran, hak, kewajiban, serta mekanisme kerja sama yang telah disepakati bersama.
Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari sosialisasi konsep kemitraan B2B, identifikasi kebutuhan masing-masing pihak, diskusi mengenai bentuk kerja sama, hingga penyusunan draf surat kemitraan strategis.
Melalui kesepakatan yang dibangun, Kristy Collection akan berperan dalam menyediakan kostum maupun kebutuhan seni yang diperlukan Sanggar Among Rasa Atunggal untuk mendukung kegiatan pementasan. Sebagai timbal balik, sanggar turut membantu mempromosikan Kristy Collection melalui berbagai kesempatan tampil dan jaringan komunitas yang dimilikinya.
Skema tersebut dirancang dengan prinsip saling menguntungkan. Kristy Collection memperoleh peluang memperluas jangkauan promosi, sedangkan Sanggar Among Rasa Atunggal mendapatkan dukungan penyediaan kebutuhan kostum dan perlengkapan seni secara lebih terarah.
Proses penyusunan kemitraan juga dilakukan dengan mengedepankan asas kekeluargaan dan musyawarah. Tri Gunarti dan Robby Arsadani dilibatkan secara langsung dalam pembahasan mengenai mekanisme kerja sama, pembagian peran, hingga durasi kemitraan.
Mahasiswa KKN-T berperan sebagai fasilitator agar kesepakatan yang dituangkan dalam surat kemitraan dapat mencerminkan kebutuhan serta kenyamanan kedua belah pihak.
Amir mengatakan, kemitraan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua pihak, tetapi juga dapat menjadi contoh kolaborasi antara sektor usaha dan kesenian di tingkat desa.
“Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi Kristy Collection dan manfaat promosi bagi Sanggar Among Rasa Atunggal, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pelaku usaha dan komunitas seni di desa dapat saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.
Menurut Amir, Desa Gebugan memiliki potensi ekonomi kreatif dan kesenian yang cukup beragam. Namun, potensi tersebut masih perlu diperkuat melalui jejaring kerja sama antarpelaku agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia berharap pola kemitraan yang difasilitasi melalui program KKN-T ini dapat direplikasi oleh UMKM maupun komunitas lain di Desa Gebugan.
Robby Arsadani menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Kristy Collection dapat membantu Sanggar Among Rasa Atunggal memenuhi kebutuhan kostum pementasan secara lebih terjamin sekaligus mempererat hubungan antara pelaku ekonomi dan seni di desa.
Apresiasi serupa disampaikan Tri Gunarti. Kemitraan tersebut dinilai membuka peluang baru bagi Kristy Collection untuk memperkenalkan produknya melalui jalur promosi yang berbeda, khususnya melalui berbagai kegiatan dan panggung kesenian.
Program pendampingan penyusunan surat kemitraan strategis ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN-T 84 UNDIP dalam membangun sinergi lintas sektor di Desa Gebugan.
Melalui kolaborasi antara Kristy Collection dan Sanggar Seni dan Budaya Among Rasa Atunggal, mahasiswa KKN-T UNDIP menunjukkan bahwa penguatan ekonomi desa dapat dilakukan dengan mempertemukan berbagai potensi lokal.
Kerja sama antara UMKM dan komunitas seni tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung, memperluas jaringan promosi, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus ikut menjaga keberlangsungan aktivitas seni dan budaya di Desa Gebugan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi