Beranda Daerah Mahasiswa KKN Undip Rancang Sistem Quality Control Berbasis Checklist Tingkatkan Kualitas Produksi...

Mahasiswa KKN Undip Rancang Sistem Quality Control Berbasis Checklist Tingkatkan Kualitas Produksi UMKM

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 84 Universitas Diponegoro (Undip) yang melaksanakan pendampingan di UMKM Kristy Collection, Dusun Gebugan, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 84 Universitas Diponegoro merancang dan menyerahkan Sistem Quality Control Berbasis Checklist kepada Ibu Atikah, pemilik Kristy Collection.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 84 Universitas Diponegoro merancang dan menyerahkan Sistem Quality Control Berbasis Checklist kepada Ibu Atikah, pemilik Kristy Collection. (Foto : Dok KKN)

SEMARANG, Jatengnews.id – Pengendalian kualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga konsistensi produk dan kepuasan pelanggan, terutama bagi pelaku usaha konveksi yang menangani pesanan dalam jumlah cukup besar.

Namun, penerapan Quality Control (QC) yang masih dilakukan hanya pada tahap akhir produksi dapat membuat kesalahan baru diketahui ketika produk sudah hampir selesai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 84 Universitas Diponegoro (Undip) yang melaksanakan pendampingan di UMKM Kristy Collection, Dusun Gebugan, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN-T 84 Undip merancang dan menyerahkan Sistem Quality Control Berbasis Checklist kepada Ibu Atikah selaku pemilik Kristy Collection. Sistem ini dirancang untuk membantu pelaku usaha melakukan pemeriksaan kualitas secara bertahap sejak proses awal produksi hingga produk siap diserahkan kepada pelanggan.

Kristy Collection sendiri merupakan UMKM yang bergerak di bidang jasa jahit custom dan produksi konveksi skala kecil hingga menengah. Usaha tersebut melayani berbagai kebutuhan, mulai dari seragam sekolah, seragam instansi, hingga pesanan maklun dari berbagai merek.

Dalam menjalankan produksinya, Kristy Collection didukung oleh karyawan tetap serta penjahit freelance. Kondisi tersebut membuat sistem kerja yang terstruktur menjadi semakin penting agar koordinasi antartahap produksi dapat berjalan lebih efektif sekaligus menjaga kualitas setiap produk.

Program pendampingan ini diawali dengan observasi dan wawancara langsung bersama pemilik usaha. Dari proses tersebut diketahui bahwa pemeriksaan kualitas sebelumnya lebih banyak dilakukan pada tahap finishing.

Pola tersebut membuat sejumlah kesalahan yang sebenarnya muncul sejak tahap cutting atau pemotongan bahan dan sewing atau proses menjahit baru diketahui ketika produk telah selesai dikerjakan. Jika hal tersebut terjadi, proses perbaikan atau rework membutuhkan tambahan waktu dan biaya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T 84 Undip kemudian memetakan titik-titik kritis dalam tiga tahapan utama produksi, yakni cutting, sewing, dan finishing.

Setiap titik kritis kemudian dituangkan ke dalam checklist QC yang berisi aspek pemeriksaan, standar kualitas, serta toleransi yang perlu diperhatikan. Dengan sistem tersebut, pemeriksaan tidak lagi hanya dilakukan di akhir, tetapi dapat dilakukan secara bertahap mengikuti alur produksi.

Selain checklist QC, mahasiswa juga menyusun Lembar Referensi Style bergambar yang berfungsi sebagai acuan visual sebelum proses pemotongan kain dimulai.

Lembar referensi tersebut memuat pembeda ukuran dan pola pada berbagai varian produk, termasuk perbedaan style seragam laki-laki dan perempuan. Kehadiran referensi visual ini diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan potong akibat kekeliruan dalam membaca model atau pola.

Seluruh instrumen kemudian dirangkum dalam sebuah booklet QC yang dirancang agar mudah digunakan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Booklet tersebut tidak hanya memuat checklist pemeriksaan, tetapi juga dilengkapi alur proses QC, perbandingan kondisi sebelum dan sesudah penerapan pengendalian kualitas bertahap, alur tindak lanjut apabila produk tidak lolos pemeriksaan, contoh pola cutting, serta panduan penggunaan checklist.

Penyusunan booklet dilakukan secara bertahap dan melalui proses revisi berdasarkan masukan langsung dari pemilik Kristy Collection. Langkah tersebut dilakukan agar sistem yang dihasilkan tidak sekadar bersifat administratif, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan produksi di lapangan.

Setelah melalui proses penyempurnaan, dokumen Sistem Quality Control tersebut kemudian diserahkan langsung kepada Ibu Atikah selaku pemilik Kristy Collection. Sistem tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pemilik, karyawan tetap, maupun penjahit freelance yang terlibat dalam proses produksi.

Penerapan QC secara bertahap diharapkan mampu membantu Kristy Collection menemukan kesalahan lebih awal sebelum produk memasuki tahap berikutnya. Dengan demikian, potensi rework dapat ditekan dan waktu produksi dapat digunakan secara lebih efisien.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung penguatan kapasitas UMKM melalui penerapan sistem kerja yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan usaha.

Dari sisi pembangunan berkelanjutan, program tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas serta daya saing UMKM.

Selain itu, penerapan sistem pengendalian mutu juga sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena mendorong pelaku usaha skala kecil untuk memperkuat proses produksi melalui pendekatan yang lebih sistematis.

Melalui Sistem Quality Control Berbasis Checklist ini, mahasiswa KKN-T 84 Undip berharap Kristy Collection dapat memiliki standar pemeriksaan yang lebih terarah, mengurangi kesalahan produksi, mempercepat proses kerja, dan menjaga konsistensi kualitas produk.

Pendampingan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak selalu membutuhkan teknologi yang kompleks. Sistem sederhana yang dirancang berdasarkan permasalahan nyata di lapangan dapat menjadi langkah strategis untuk membuat proses produksi lebih tertata dan berkelanjutan.




Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version