Beranda Daerah Warga Palebon Semarang Keluhkan Air PDAM Keruh hingga Debit Mengecil

Warga Palebon Semarang Keluhkan Air PDAM Keruh hingga Debit Mengecil

Pada awalnya, air PDAM di rumahnya masih mengalir cukup kencang, tetapi terlihat keruh setelah ditampung.

Ilustrasi susahnya air PDAM. (Foto: AI)
Ilustrasi susahnya air PDAM. (Foto: AI)

SEMARANG, Jatengnews.id – Warga Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, mulai merasakan dampak menurunnya debit air Perumda Air Minum Tirta Moedal. Selain sempat mendapati air berwarna kecokelatan, warga kini mengeluhkan aliran air yang semakin kecil.

Salah seorang warga Palebon, Lia, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan sekitar sepekan terakhir. Pada awalnya, air PDAM di rumahnya masih mengalir cukup kencang, tetapi terlihat keruh setelah ditampung.

“Semingguan ini awalnya airnya keruh, lumayan kenceng. Sadarnya ketika airnya ditampung di ember agak banyak kok agak cokelat,” kata Lia dalam keterangan tertulisnya kepada Jatengnews.id Senin (31/8/2026).

Menurut dia, air yang keluar dari keran juga sempat berbau kaporit. Namun, dalam beberapa hari terakhir aroma tersebut sudah tidak lagi tercium.

“Makin ke sini cuma warna cokelat aja, dan sudah nggak ada aroma kaporitnya,” ujarnya.

Persoalan kemudian berlanjut pada debit air. Dalam dua hari terakhir, aliran air PDAM di rumah Lia semakin mengecil sehingga pemakaian air untuk kebutuhan sehari-hari harus diatur.

Air PDAM tersebut selama ini digunakan untuk mencuci piring dan kebutuhan mandi serta mencuci atau buang air kecil (MCK). Sementara untuk mencuci pakaian, Lia menggunakan air sumur.

“Untuk kamar mandi yang satunya ditampung di ember agak gede, dibuat mandi sehari-hari. Sejak dua hari yang lalu debit airnya kecil,” ungkapnya.

Kondisi tersebut semakin terasa ketika beberapa keran digunakan secara bersamaan. Lia mengatakan, ketika keran kamar mandi dibuka, aliran air dari wastafel yang posisinya lebih tinggi menjadi sangat kecil, bahkan kini tidak mengalir.

“Ketahuannya jadi ada wastafel yang lebih tinggi dari keran yang di kamar mandi. Jadi ketika kerannya di kamar mandi dibuka, wastafel yang untuk cuci piring itu airnya kecil banget,” jelasnya.

Pada Senin (31/8/2026) pagi, kondisi aliran air disebut semakin mengecil.

“Mulai dari tadi pagi ketika keran kamar mandi sudah dibuka dan itu tidak sekencang yang biasanya, keran wastafel tidak ngalir. Kayak harus salah satu yang nyala,” katanya.

Lia mengaku kondisi tersebut berbeda dari biasanya. Meski musim kemarau, menurut dia, aliran air PDAM di rumahnya selama ini relatif normal.

Dalam pembaruan informasi pada Senin malam, Lia mengatakan debit air masih kecil. Namun, bau kaporit yang sebelumnya sempat tercium sudah tidak lagi ada.

Keluhan warga tersebut terjadi ketika Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang menyampaikan keterangan tertulis resmi kepada pelanggan di wilayah Semarang Timur untuk menghemat penggunaan air.

Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Mayang Charisma mengatakan, menurunnya ketersediaan sumber air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu terjadi sebagai dampak musim kemarau.

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap proses produksi sekaligus pendistribusian air minum kepada pelanggan di sejumlah wilayah Semarang Timur.

Tirta Moedal mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan menyesuaikan pemakaian dengan kebutuhan sehari-hari.

Pelanggan juga diminta menampung air secukupnya ketika aliran masih tersedia sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan pelayanan, mulai dari debit air mengecil hingga aliran tidak mengalir.

Palebon termasuk salah satu wilayah yang disebut Tirta Moedal berpotensi terdampak kondisi tersebut. Sejumlah wilayah lain yang masuk daftar antara lain Pedurungan, Tlogosari, Genuk, Penggaron, Plamongan Sari, Meteseh, Sendangmulyo, Kaligawe dan sejumlah kawasan lainnya di Semarang Timur.

Tirta Moedal menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kemungkinan gangguan pelayanan.

Petugas disebut terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga proses produksi sekaligus mengoptimalkan pendistribusian air agar kondisi pelayanan kepada pelanggan berangsur membaik.

Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi maupun bantuan air tangki, Tirta Moedal menyediakan layanan melalui Call Center 24 jam di 0800 1503 888 atau WhatsApp +62 811-2680-060.

Tirta Moedal juga mengajak masyarakat Kota Semarang menghemat air selama musim kemarau demi menjaga keberlanjutan pelayanan air minum.



Penulis : Muhammad Kamal

Editor    : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version