Beranda Daerah FiberStar Dorong Sekolah Perkuat Konektivitas Digital Lewat GO! NEXT 2026 di Semarang

FiberStar Dorong Sekolah Perkuat Konektivitas Digital Lewat GO! NEXT 2026 di Semarang

Tidak hanya dalam proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi juga semakin luas dalam pengelolaan administrasi, akses sumber informasi, penggunaan layanan cloud, hingga komunikasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Branch Manager FiberStar Sub Regional Jateng DIY, Hendi Arlinto
Branch Manager FiberStar Sub Regional Jateng DIY, Hendi Arlinto (Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id  – Transformasi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Tidak hanya dalam proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi juga semakin luas dalam pengelolaan administrasi, akses sumber informasi, penggunaan layanan cloud, hingga komunikasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut membutuhkan dukungan konektivitas internet yang stabil dan andal. Melihat kebutuhan tersebut, FiberStar melalui GO! NEXT 2026: The Future of Education Technology menghadirkan forum diskusi bagi perwakilan sekolah dan lembaga non-profit di Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan yang digelar di Quest Prime Semarang ini menjadi ruang bagi para peserta untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan teknologi pendidikan sekaligus mengenal berbagai alternatif solusi konektivitas yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing institusi.

Mengusung semangat “Go Digital. Go Further.”, GO! NEXT 2026 tidak hanya menjadi ajang networking, tetapi juga bagian dari upaya FiberStar meningkatkan awareness mengenai pentingnya konektivitas sebagai salah satu fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan digital.

Salah satu solusi yang diperkenalkan dalam forum tersebut adalah Starlink, khususnya bagi institusi pendidikan yang berada di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik maupun sekolah yang membutuhkan koneksi internet cadangan.

Kebutuhan tersebut semakin relevan seiring meningkatnya aktivitas digital di lingkungan pendidikan. Pembelajaran berbasis digital, penggunaan aplikasi cloud, akses platform edukasi, pengelolaan administrasi, hingga berbagai aktivitas komunikasi membutuhkan koneksi yang konsisten.

Di sisi lain, kondisi infrastruktur telekomunikasi di setiap wilayah tidak selalu sama. Karena itu, sekolah perlu mempertimbangkan solusi konektivitas berdasarkan lokasi, ketersediaan infrastruktur, kebutuhan kapasitas, serta tingkat ketahanan jaringan yang dibutuhkan.

Branch Manager FiberStar Sub Regional Jateng DIY, Hendi Arlinto, mengatakan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan perlu dibarengi dengan konektivitas yang mampu menjawab kebutuhan nyata setiap institusi.

“Transformasi digital di sektor pendidikan membutuhkan konektivitas yang bukan hanya tersedia, tetapi juga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing institusi. Melalui GO! NEXT 2026, kami ingin membuka lebih banyak ruang diskusi dengan sekolah dan lembaga non-profit mengenai pilihan konektivitas yang dapat mereka manfaatkan, termasuk Starlink,” ujar Hendi belum lama ini.

Menurut FiberStar, setidaknya terdapat dua kebutuhan utama yang menjadi perhatian dalam pemilihan solusi konektivitas bagi institusi pendidikan. Pertama, kebutuhan akses internet bagi sekolah yang berada di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik. Kedua, kebutuhan koneksi cadangan bagi sekolah yang telah memiliki jaringan utama namun ingin meningkatkan ketahanan konektivitasnya.

Dalam konteks tersebut, Starlink dapat menjadi salah satu alternatif bagi sekolah yang belum memiliki akses fiber optik. Sementara bagi institusi yang telah memiliki koneksi utama, layanan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai backup link untuk meningkatkan kesiapan apabila terjadi gangguan pada koneksi utama.

FiberStar juga memberikan penawaran harga khusus bagi segmen pendidikan dan lembaga non-profit. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi institusi dalam mengadopsi solusi konektivitas yang relevan dengan kebutuhan mereka, sekaligus tetap mempertimbangkan efisiensi anggaran.

FiberStar memandang konektivitas bukan sekadar akses internet, melainkan bagian penting dari kesiapan institusi pendidikan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Dengan koneksi yang lebih andal, sekolah memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan pembelajaran digital, memanfaatkan layanan berbasis cloud, mengakses berbagai sumber pembelajaran, serta meningkatkan efektivitas operasional.

Karena itu, pengenalan berbagai pilihan konektivitas melalui GO! NEXT 2026 diharapkan dapat membantu sekolah dan lembaga non-profit memahami bahwa tidak ada satu solusi yang berlaku sama untuk seluruh institusi. Karakteristik lokasi, kebutuhan aktivitas digital, kondisi infrastruktur, serta kebutuhan terhadap koneksi cadangan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.

Mengangkat tema “The Future of Education Technology”, GO! NEXT 2026 dikemas sebagai exclusive executive forum yang memadukan technology seminar, networking, lunch, dan special door prize. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi FiberStar untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan komunitas pendidikan serta membuka peluang kolaborasi dengan sekolah dan lembaga non-profit di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Melalui diskusi dan pertukaran pengalaman tersebut, FiberStar berharap semakin banyak institusi pendidikan dapat memahami kebutuhan konektivitas secara lebih komprehensif dan menentukan solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

GO! NEXT 2026 menjadi bagian dari inisiatif FiberStar dalam menghadirkan ruang diskusi, edukasi, dan pengenalan solusi digital bagi berbagai sektor di Indonesia. Dengan semangat “Go Digital. Go Further.”, FiberStar terus mendorong pemanfaatan konektivitas sebagai salah satu fondasi untuk mempercepat transformasi digital, termasuk di sektor pendidikan.

Penulis : Jaka N

Editor : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version