Beranda Pariwisata Jaduling Diluncurkan, Jatirejo Dorong Kampung Tematik Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

Jaduling Diluncurkan, Jatirejo Dorong Kampung Tematik Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan

Camat Gunungpati, Ali Ahmadi, melaunching program “Jaduling” (Jatirejo Peduli Lingkungan) pada akhir Agustus 2026
(Koas Merah) Camat Gunungpati, Ali Ahmadi, melaunching program “Jaduling” (Jatirejo Peduli Lingkungan) pada akhir Agustus 2026. (Foto: dok)

SEMARANG, Jatengnews.id — Camat Gunungpati, Ali Ahmadi, melaunching aksi perubahan yang digagas Lurah Jatirejo melalui program “Jaduling” (Jatirejo Peduli Lingkungan) pada akhir Agustus 2026.

Program yang digagas Lurah Jatirejo, Romadlon Eko Hariyono, tersebut bertujuan mengoptimalkan pengelolaan kampung tematik sebagai destinasi wisata edukatif dan berkelanjutan di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Romadlon mengatakan, program Jaduling menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat dan para pengelola agar semakin peduli terhadap keberadaan kampung tematik yang berada di masing-masing RW.

“Selain itu, program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap kampung tematik, sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” kata Romadlon kepada Jatengnews.id, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, keberadaan kampung tematik memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik wisata di Kelurahan Jatirejo. Karena itu, melalui program Jaduling, berbagai potensi di masing-masing kampung tematik akan terus digali dan dikembangkan sesuai karakteristik serta keunggulan wilayahnya.

Dengan pengelolaan yang melibatkan masyarakat, kampung tematik diharapkan tidak hanya menjadi ruang kreativitas dan aktivitas warga, tetapi juga mampu berkembang menjadi destinasi wisata edukatif yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

“Harapannya, setiap kampung tematik dapat memiliki potensi dan keunggulan yang bisa dikembangkan, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wisata di Jatirejo,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Gunungpati Ali Ahmadi juga meresmikan Sentra Tanaman Toga Kajera yang menjadi salah satu wahana baru di Desa Wisata Jatirejo.

Sentra tersebut menghadirkan berbagai tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat maupun wisatawan. Sejumlah bibit tanaman disediakan di lokasi tersebut, di antaranya jahe merah, serai, pandan, serta berbagai tanaman TOGA lainnya.

Kehadiran Sentra Tanaman Toga Kajera diharapkan tidak hanya memberikan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga, tetapi juga menjadi salah satu daya tarik baru dalam pengembangan Desa Wisata Jatirejo.

Program Jaduling bersama Sentra Tanaman Toga Kajera menjadi bagian dari upaya Kelurahan Jatirejo untuk mengembangkan potensi lingkungan dan kampung tematik secara lebih terarah. Dengan keterlibatan masyarakat, kampung tematik diharapkan semakin aktif, produktif, edukatif, dan mampu berkembang secara berkelanjutan sebagai bagian dari destinasi wisata di Kota Semarang. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version