Beranda Lifestyle Alumni SMA 2 Solo Bentuk Komunitas Pendaki, MDPL Jadi Wadah Bernostalgia

Alumni SMA 2 Solo Bentuk Komunitas Pendaki, MDPL Jadi Wadah Bernostalgia

SOLO, Jatengnews.id — Bertambahnya usia ternyata bukan alasan untuk berhenti menjelajah alam. Bagi sekelompok alumni SMA Negeri 2 Surakarta, mendaki gunung justru menjadi cara untuk tetap bugar sekaligus menghidupkan kembali kenangan masa muda.

Mereka menamakan kelompok tersebut MDPL. Namun, MDPL yang dimaksud bukanlah istilah untuk menunjukkan ketinggian suatu tempat. Di tangan para pendaki ini, MDPL merupakan kepanjangan dari “Mohon Dimaklumi Pendaki Lansia”.

Nama tersebut terdengar jenaka, tetapi menyimpan pesan tersendiri. Mereka sadar bahwa kondisi fisik tidak lagi seperti ketika masih muda. Karena itu, setiap perjalanan dilakukan dengan tetap memperhatikan kemampuan dan kondisi tubuh masing-masing.

Kelompok ini beranggotakan Eka Dharma, Lambang Trians, Wisnu Wardhana, Tio Prawiro, Sony, Hartono, dan Atiek. Mereka merupakan teman lama semasa SMA yang kembali menemukan kesamaan aktivitas setelah sama-sama memiliki ketertarikan terhadap kegiatan di alam terbuka.

Bersama MDPL, mereka tidak hanya mendaki gunung. Beragam aktivitas outdoor dilakukan, mulai dari camping, trekking, hingga menyusuri kawasan perbukitan dan sejumlah destinasi alam.

Gunung Lawu, Merbabu, Prau, dan Andong menjadi beberapa gunung yang telah mereka jajal. Selain itu, kawasan Gunung Mongkrang juga pernah menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Menariknya, yang dicari bukan semata-mata soal mencapai puncak. Perjalanan menuju lokasi justru menjadi bagian yang tidak kalah penting. Di sepanjang jalur, mereka bisa berolahraga, menikmati suasana alam, sekaligus kembali bercengkerama dengan kawan-kawan lama.

Lambang Trians mengatakan, aktivitas mendaki dan trekking menjadi salah satu cara mereka menjaga kebugaran. Menurutnya, tubuh perlu terus diajak bergerak agar tetap sehat meski usia terus bertambah.

“Yang penting badan tetap fit. Kami ingin tetap sehat dan aktif sampai usia tua nanti,” ujar Lambang.

Bagi mereka, mendaki juga memberikan pengalaman yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Kesibukan masing-masing membuat pertemuan dengan teman lama tidak selalu mudah dilakukan. Karena itu, aktivitas bersama MDPL menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul dalam suasana yang lebih santai.

Mereka pun tidak menjadikan faktor usia sebagai penghalang. Sebaliknya, usia menjadi alasan untuk lebih bijak dalam menentukan tujuan dan mengatur perjalanan.

Nama “Mohon Dimaklumi Pendaki Lansia” sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap anggota memiliki kemampuan fisik yang berbeda. Tidak ada keharusan untuk selalu mengejar puncak atau menaklukkan gunung-gunung dengan tingkat kesulitan tinggi.

Bagi MDPL, perjalanan bukan tentang siapa yang paling kuat atau seberapa tinggi gunung yang berhasil ditaklukkan. Yang jauh lebih penting adalah bisa tetap sehat, menikmati alam, dan pulang membawa cerita bersama sahabat.

Sebab, waktu boleh berjalan dan usia terus bertambah. Namun bagi mereka, semangat untuk melangkah, menikmati alam, dan menjaga persahabatan masih tetap menyala. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version