Beranda Daerah Hari Kedua Kebakaran TPA Putri Cempo, Waterbombing Kembali Digencarkan, Api Mulai Berkurang

Hari Kedua Kebakaran TPA Putri Cempo, Waterbombing Kembali Digencarkan, Api Mulai Berkurang

Memasuki hari kedua, penyiraman melalui udara atau waterbombing kembali digencarkan untuk mengurangi titik api di kawasan TPA.

Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti melakukan pemantauan kebakaran TPA Putri Cempo dari udara. (Foto: ist)
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti melakukan pemantauan kebakaran TPA Putri Cempo dari udara. (Foto: ist)

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, terus dilakukan. Memasuki hari kedua, penyiraman melalui udara atau waterbombing kembali digencarkan untuk mengurangi titik api di kawasan TPA.

Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti memantau langsung kondisi kebakaran dari udara, Sabtu (5/9/2026).

Pemantauan dilakukan bersamaan dengan operasi waterbombing menggunakan helikopter milik Polda Jawa Tengah.

Arman mengatakan, pada hari kedua penanganan, penyiraman dari udara telah dilakukan sebanyak empat kali. Jumlah tersebut menambah 24 kali penerbangan atau penyiraman yang dilakukan pada hari sebelumnya.

“Hari ini sudah melaksanakan penyiraman sebanyak empat kali. Kemarin kita sudah melaksanakan 24 kali penerbangan atau 24 kali penyiraman melalui teknik waterbombing,” ujar Arman.

Operasi waterbombing menggunakan lapangan di wilayah Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, sebagai landasan. Dari hasil pemantauan udara, kondisi api di kawasan TPA disebut mulai berkurang.

“Dari pantauan udara tadi, api sudah mulai berkurang. Nanti kita akan melaksanakan penyiraman kembali,” katanya.

Penanganan kebakaran tersebut turut melibatkan personel Polres Karanganyar dan Polresta Surakarta. Koordinasi dilakukan karena asap kebakaran juga berdampak terhadap warga di wilayah Plesungan yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi TPA Putri Cempo.

Arman mengatakan, posko pengungsian sempat didirikan bagi warga yang terdampak asap. Sebanyak lima warga sempat mengungsi, namun telah kembali ke rumah masing-masing pada Sabtu pagi.

“Tadi malam kita sudah mendirikan posko untuk para pengungsi yang terdampak asap, sekitar lima orang. Pagi ini sudah kembali ke rumah masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto turut memantau kondisi kebakaran melalui posko yang berada di UTP Plesungan.

Rober mengatakan, pemerintah terus memantau kondisi dan kebutuhan warga yang terdampak asap. Sejumlah kebutuhan kesehatan, seperti obat-obatan, masker, pemeriksaan mata hingga oksigen telah disiapkan.

“Kami pantau terus, kemudian kebutuhan-kebutuhan obat juga kami siapkan. Kami akan berkoordinasi dengan Solo dan Putri Cempo,” tuturnya.

Menurut Rober, pemerintah juga menyiapkan lokasi pengungsian apabila kondisi kembali memburuk. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya dampak asap kebakaran.

Rober menyebut sekitar 1.500 jiwa berpotensi terdampak asap kebakaran. Namun, jumlah warga yang terdampak masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

“Yang paling terkena dampak sekitar 1.500 jiwa. Nanti akan didata lagi,” ungkapnya.

Hingga Sabtu, belum ada warga yang harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat dampak asap kebakaran. Meski demikian, pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi warga yang terdampak.

“Kami sudah menyiapkan obat-obatan, masker, warga juga meminta tes mata dan sudah kami siapkan, kemudian oksigen. Sampai saat ini belum ada yang dirawat, tetapi tes kesehatan tetap dilakukan,” tandasnya.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor : Jaka N

Exit mobile version