Beranda Daerah Mantan DIRUT PDAM Semarang Soroti Rencana Geothermal Gunung Ungaran, Sumber Air Jadi...

Mantan DIRUT PDAM Semarang Soroti Rencana Geothermal Gunung Ungaran, Sumber Air Jadi Perhatian

Pengembangan energi terbarukan tersebut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek

Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan
Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan saat menjadi narasumber dalam acara FGD FOMOS. (Foto: Shodiqin)

SEMARANG, Jatengnews.id — Rencana pengembangan energi panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, mendapat perhatian dari Anggota DPRD Jawa Tengah, Muhammad Farchan.

Farchan menilai, pengembangan energi terbarukan tersebut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama kondisi lingkungan, keberlanjutan sumber air, serta aspirasi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Ungaran.

Menurutnya, salah satu hal yang menjadi catatan adalah proses perizinan yang telah berjalan di tingkat pemerintah pusat. Ia menyebut rekomendasi izin terkait pengembangan geothermal tersebut telah diterbitkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Ketika pengkajian ini dilakukan, rekomendasi izin sudah diterbitkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM. Ini yang menjadi catatan saya,” ujar Farchan.

Ia mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena di sisi lain masih terdapat aspirasi dan kekhawatiran masyarakat yang perlu didengar dan dikaji secara menyeluruh.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Farchan adalah keberadaan sumber air di kawasan Gunung Ungaran. Ia mengaku memiliki pengalaman terkait pengelolaan air ketika pernah menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Kota Semarang.

Menurut Farchan, kawasan Gunung Ungaran memiliki keterkaitan dengan sumber air yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Semarang.

“Saya pernah menjadi Direktur Utama PDAM. Ketika menjadi Direktur Utama, saya cukup memahami bahwa sumber air minum di Kota Semarang selama ini salah satunya berasal dari Gunung Ungaran,” katan Farchan yang juga politikus dari PSI.

Karena itu, ia menilai aspek keberlanjutan sumber air harus menjadi salah satu pertimbangan penting dalam setiap rencana pengembangan geotermal di kawasan tersebut.

Selain persoalan sumber air, Farchan juga menyinggung informasi mengenai rencana pengeboran hingga kedalaman sekitar dua kilometer. Informasi tersebut, menurut dia, perlu dikaji secara hati-hati, terutama terkait lokasi dan dampaknya terhadap kawasan di sekitarnya.

Ia menyebut adanya informasi mengenai lokasi yang berada di sekitar kawasan candi. Hal tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian karena berpotensi menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat apabila tidak disertai penjelasan dan kajian yang memadai.

“Salah satu hal yang saya dukung adalah kita harus cukup memahami kondisi di sana. Informasi mengenai pengeboran hingga kedalaman sekitar dua kilometer, termasuk yang disebut berada dekat kawasan candi, ini tentu perlu dikaji. Nantinya hal tersebut bisa menjadi perdebatan di masyarakat,” jelasnya.

Farchan menegaskan, pengembangan energi panas bumi pada dasarnya merupakan bagian dari upaya menyediakan energi alternatif dan terbarukan. Namun, prosesnya tetap harus memperhatikan kondisi lingkungan serta kepentingan masyarakat sekitar.

Ia berharap aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai masukan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses pengkajian dan pengambilan keputusan.

“Dari hasil aspirasi masyarakat, apa yang disuarakan dari bawah harus menjadi perhatian. Jangan sampai pembangunan hanya melihat dari satu sisi, sementara persoalan lingkungan dan sumber air tidak diperhitungkan secara matang,” pungkas Farchan. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version