Beranda Daerah Lestarikan Warisan Budaya Bunderan, KKN UIN Walisongo Revitalisasi Kepunden Mbah Demang Bersama...

Lestarikan Warisan Budaya Bunderan, KKN UIN Walisongo Revitalisasi Kepunden Mbah Demang Bersama Warga

Kegiatan diawali doa bersama sehari setelah Haul Mbah Demang, kemudian dilanjutkan makan bersama dan kerja bakti melibatkan warga serta pemerintah desa.

revitalisasi makan kkn uin ws
Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 121 bersama Pemerintah Desa Bunderan dan masyarakat mengikuti selamatan sebelum memulai revitalisasi kawasan Kepunden Mbah Demang, Selasa (18/08/2026).

Demak, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 121 Desa Bunderan mengawali Program Unggulan Universitas berupa revitalisasi kawasan Kepunden Mbah Demang dengan selamatan dan doa bersama pada (18/08/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan juru kunci makam Mbah Demang, Pemerintah Desa Bunderan, masyarakat, serta seluruh mahasiswa KKN Posko 121.

Selamatan dan doa bersama digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk memohon kelancaran sebelum dimulainya proses revitalisasi kawasan Kepunden Mbah Demang. Program tersebut mengusung upaya pelestarian warisan budaya Desa Bunderan melalui penataan dan perbaikan kawasan makam yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat.

Kegiatan dilaksanakan sehari setelah Haul Mbah Demang yang berlangsung pada 17 Agustus 2026. Momentum tersebut sekaligus menjadi awal pengerjaan Program Unggulan Universitas di kawasan Kepunden Mbah Demang.

Selamatan berlangsung sederhana dan khidmat. Doa bersama dipimpin oleh salah satu ustaz di Desa Bunderan dan diikuti oleh Kepala Desa Bunderan beserta perangkat desa, masyarakat, juru kunci makam, serta mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 121.

Dalam doa tersebut, seluruh peserta memohon kemudahan dan kelancaran agar proses revitalisasi dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat serta turut menjaga keberadaan kawasan Kepunden Mbah Demang sebagai bagian dari sejarah dan budaya Desa Bunderan.

Setelah selamatan, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Momen sederhana tersebut menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat sebelum memulai kegiatan di kawasan makam.

Usai makan bersama, mahasiswa KKN Posko 121 bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti sebagai tahap awal revitalisasi. Berbagai pekerjaan dilakukan sesuai kondisi di lapangan, di antaranya membersihkan dan merapikan area sekitar makam serta melakukan pekerjaan pertukangan pada sejumlah bagian kawasan.

Keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan semangat gotong royong dalam mendukung Program Unggulan Universitas. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan perubahan secara fisik terhadap kawasan Kepunden Mbah Demang, tetapi juga meningkatkan kepedulian dan rasa memiliki masyarakat terhadap situs yang menjadi bagian dari warisan sejarah dan budaya Desa Bunderan.

Melalui program revitalisasi ini, KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 121 berupaya berkontribusi dalam menjaga dan merawat warisan budaya lokal. Dukungan masyarakat dan Pemerintah Desa Bunderan menjadi bagian penting agar kawasan Kepunden Mbah Demang dapat terus terpelihara dan memiliki nilai manfaat bagi generasi mendatang.

Exit mobile version