Beranda Daerah Pemkab Semarang Minta Eksplorasi Geothermal Gunung Ungaran Dihentikan

Pemkab Semarang Minta Eksplorasi Geothermal Gunung Ungaran Dihentikan

Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta PT PLN (Persero) menghentikan sementara seluruh kegiatan kajian maupun rencana eksplorasi geothermal.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat diwawancara wartawan. (Foto: dok)

UNGARAN, Jatengnews.id – Rencana pengembangan energi panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Semarang dan Anggota DPRD Jawa Tengah, Muhammad Farchan.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta PT PLN (Persero) menghentikan sementara seluruh kegiatan kajian maupun rencana eksplorasi geothermal di kawasan tersebut.

Permintaan itu disampaikan untuk menjaga kondusivitas masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memastikan berbagai aspek terkait rencana pengembangan energi panas bumi dikaji secara menyeluruh.

Ngesti mengatakan, Pemkab Semarang telah menggelar rapat koordinasi bersama PT PLN (Persero) dan PT Geodipa Energi untuk membahas rencana pengembangan panas bumi di sejumlah wilayah.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu pembahasan utama adalah rencana eksplorasi geothermal oleh PT PLN di kawasan Gunung Ungaran. Selain itu, turut dibahas kegiatan pengembangan panas bumi di wilayah Gunung Telomoyo.

Pemkab Semarang meminta setiap perkembangan terkait rencana tersebut dikomunikasikan secara terbuka kepada masyarakat, termasuk melalui pemerintah desa yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Menurut Ngesti, untuk rencana PT PLN di kawasan Gunung Ungaran, hingga kini baru disampaikan gambaran umum mengenai rencana kegiatan. Belum ada kepastian mengenai tahapan pelaksanaannya.

“Untuk PT PLN, hingga saat ini baru menyampaikan gambaran-gambaran terkait rencana kegiatan. Tetapi untuk prosesnya belum ada suatu kepastian,” kata Ngesti.

Informasi mengenai rencana eksplorasi tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial maupun di tengah masyarakat. Pemkab Semarang pun memilih mengambil langkah hati-hati agar rencana tersebut tidak menimbulkan keresahan.

Karena itu, Ngesti meminta PT PLN untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan eksplorasi di kawasan Gunung Ungaran.

“Kami minta sementara waktu untuk tidak melakukan kegiatan eksplorasi agar situasi masyarakat tetap kondusif. Apalagi mulai saat ini sampai Desember ada proses pelaksanaan pemilihan kepala desa. Kami berharap masyarakat tetap kondusif, sejuk, dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kegiatan pengembangan panas bumi di wilayah Gunung Telomoyo, Ngesti meminta agar pelaksanaannya tetap dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.

Setiap perkembangan terkait kegiatan tersebut juga diharapkan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat dan pemerintah desa setempat.

Soroti Sumber Air

Rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran juga menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa Tengah, Muhammad Farchan.

Ia menilai pengembangan energi terbarukan tersebut perlu mempertimbangkan berbagai aspek, terutama kondisi lingkungan, keberlanjutan sumber air, serta aspirasi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Ungaran.

Farchan juga menyoroti proses perizinan yang telah berjalan di tingkat pemerintah pusat. Menurut dia, rekomendasi izin terkait rencana pengembangan geothermal tersebut telah diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Ketika pengkajian ini dilakukan, rekomendasi izin sudah diterbitkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM. Ini yang menjadi catatan saya,” ujar Farchan.

Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian karena di sisi lain masih terdapat aspirasi dan kekhawatiran masyarakat yang perlu didengar serta dikaji secara menyeluruh.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Farchan adalah keberadaan sumber air di kawasan Gunung Ungaran. Ia mengatakan memiliki pengalaman dalam pengelolaan air ketika pernah menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Kota Semarang.

“Saya pernah menjadi Direktur Utama PDAM. Ketika menjadi Direktur Utama, saya cukup memahami bahwa sumber air minum di Kota Semarang selama ini salah satunya berasal dari Gunung Ungaran,” kata Farchan, yang juga merupakan politikus PSI.

Karena itu, ia menilai keberlanjutan sumber air harus menjadi salah satu pertimbangan penting dalam setiap rencana pengembangan geothermal di kawasan tersebut.

“Jangan sampai pengembangan energi terbarukan justru berdampak terhadap sumber air yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Aspek lingkungan dan keberlanjutan harus benar-benar dikaji,” ujarnya. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version