34 C
Semarang
, 19 September 2021
spot_img

6 dari 19 Korban Badai di Perairan Kalbar Masih Dalam Pencarian

Pontianak, Jatengnews.id – Enam dari total 19 jenazah yang masuk post mortem tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Barat (Kalbar) masih belum bisa diidentifikasi hingga hari Kamis (29/7/2021).

Tim DVI masih menunggu sampel DNA dari keluarga korban guna keperluan identifikasi keenam jenazah yang disemayamkan di RS Bhayangkara Pontianak tersebut.

“Ya, informasi terakhir masih ada 6 jenazah yang belum teridentifikasi oleh tim DVI Polda Kalimantan Barat,” ungkap Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Hariadi.

Lebih lanjut, ia menambahkan pemantauan di area perairan masih dilakukan untuk mencari 31 korban yang belum ditemukan.

“Kami telah menyebarkan radiogram kepada seluruh kapal yang melintas di area tersebut untuk memantau dan melaporkan jika menemukan korban, atau kapal, atau barang-barang milik korban,” jelasnya.

Sebagai pelengkap informasi, badai yang melanda perairan Kalimantan Barat pada hari Rabu (13/7/2021) dan Kamis (14/7/2021) yang lalu menimbulkan gelombang hingga setinggi 3-4 meter. Akibatnya 14 kapal nelayan, 2 tug boat, 1 yacht, dan 1 tongkang yang sedang melaut di perairan Pontianak mengalami kecelakaan.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas selaku leading sector penyelenggaraan operasi SAR, melalui Kantor SAR Pontianak melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan selama tujuh hari yang kemudian diperpanjang tiga hari.

Setelah 10 hari upaya pencarian, dengan pertimbangan operasional dan hasil evaluasi dengan semua Potensi SAR, Yopi Hariadi yang juga selaku SAR Mission Coordinator (SMC) memutuskan menghentikan operasi di Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan dan Otoritas Pelabuhan Pontianak, Jumat (23/7/2021) petang.

“Setelah melaksanakan evaluasi bersama Potensi SAR serta pihak keluarga korban, operasi SAR kami hentikan karena alasan efektivitas dalam penyelenggaraan operasi SAR,” tegasnya.

Dari pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan tersebut tim SAR berhasil mengevakuasi 83 orang yang selamat dan 24 orang meninggal dunia. Sayangnya, 31 orang lainnya hingga saat ini belum ditemukan.

BACA JUGA:  Ucapkan Selamat Haornas 2021, Jokowi Ingatkan Pentingnya Pembinaan Atlet Prestasi Secara Sistematis dan Berkelanjutan

Operasi SAR di permukaan air sendiri mencakup area seluas 11.481 NM persegi atau 29.735 kilometer persegi. Sedangkan penyisiran pada pantai dimulai dari Pantai Pemangkat hingga Jungkat sejauh 148 kilometer. Kemudian pencarian dari udara mencakup luasan 22.096 NM persegi atau 75.789 kilometer persegi.

Operasi SAR yang berlangsung selama 7 hari dengan perpanjangan waktu 3 hari tersebut melibatkan Potensi SAR yang di antaranya merupakan unsur TNI, Polri, Bakamla, KSOP, Dirtrik Navigasi, KPLP, PSDKP, Bea Cukai, DKP, BMKG, PT Pertamina, PT Pelindo II, dan unsur darat lainnya.

BACA JUGA:  Hendi: Setiap Selasa Pegawai Kota Semarang Wajib Naik Angkutan Umum

Tak hanya menggerakkan Search Rescue Unit (SRU) laut, SRU darat juga mendukung pelaksanaan operasi SAR tersebut. Di antaranya yang terlibat ialah rescue car dan ambulans dari Dinkes Provinsi Kalbar, DVI, TNI AL, Biddokes, PMI Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar.

Operasi SAR juga mengerahkan 5 kendaraan udara yaitu Helikopter Puma TNI AU Supandio, Helikopter Bel 429 Polair, Cassa PM 8203, CN 235 P-8035, dan Airbone Surveillance MPA ATR 42/300 PSDKP-KKP.

Kendaraan air yang menjadi korban dalam tragedi ini sendiri di antaranya ialah KM Kenangan Usaha dengan personal on board (POB) 10 orang, Haiden Mina Jaya 188 dengan total 9 orang, KM Anugerah III sejumlah 10 orang, KM Anita Jaya sebanyak 16 orang, KM Amat Jaya sejumlah 15 orang, KM Bintang Rejeki 78 total 17 orang, KM Kawan Lama 999 jumlah 11 orang, KM Jimi Wijaya yaitu 13 orang, KM Sumber Abadi 6 sejumlah 9 orang, TB Sinar Bahari 05/TK Surya VII sebanyak 4 orang, dan TB Mitra Bahari 02/TK HP 230 yaitu 4 orang. (Devan-01).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan