27 C
Semarang
, 2 Januari 2026
spot_img

Pemprov Jateng Tekankan Pentingnya Sekolah Berintegritas

integritas harus dimulai dari para pendidik dan diteruskan kepada peserta didik.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Pemprov Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam membangun sekolah berintegritas, sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini.

Sekda Jateng, Sumarno, menyampaikan bahwa integritas harus dimulai dari para pendidik dan diteruskan kepada peserta didik.

Baca juga: Sekda Jateng Hadiri Halal Bihalal PGRI Jateng

“Sekolah berintegritas itu ada dua sisi. Dari penyelenggara, yakni guru dan kepala sekolah yang harus jujur dalam mengelola sekolah, dan dari peserta didik yang dibekali nilai integritas sejak dini,” kata Sumarno saat membuka Gebyar Aktualisasi Sekolah Berintegritas jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Tengah di Museum Ronggowarsito, Semarang, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, integritas bukanlah hal yang bisa dibangun secara instan.

“Integritas ini sesuatu yang mudah diucap, tetapi implementasinya sulit. Karena itu, harus dibentuk dari awal, dari sekolah,” tegasnya.

Sumarno menambahkan, Jawa Tengah saat ini mengelola lebih dari 500 sekolah menengah dengan jumlah siswa sekitar 1 juta orang. Maka dari itu, sekolah menjadi kunci strategis untuk membentuk generasi penerus bangsa yang jujur, amanah, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sadimin, menambahkan bahwa kegiatan Gebyar SBI bertujuan untuk menanamkan dan membudayakan nilai-nilai integritas serta antikorupsi di lingkungan sekolah.

“Untuk siswa, kami tanamkan sembilan nilai integritas: jujur, disiplin, peduli, mandiri, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perilaku koruptif bisa dimulai dari tindakan kecil.

Baca juga: Sekda Jateng Sumarno Menerima Audiensi Driver Ojol

“Seperti mencontek, memanipulasi, atau titip absen. Itu juga bentuk korupsi. Maka penting untuk dicegah sejak sekolah,” tambah Sadimin.

Selain siswa, kegiatan ini juga menyasar para guru dan kepala sekolah untuk menciptakan tata kelola sekolah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

“Tujuannya adalah menjadikan sekolah sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat dan mampu membentuk karakter anak secara akademik, spiritual, maupun moral,” tutupnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN