26 C
Semarang
, 20 Maret 2026
spot_img

Wali Kota Semarang Agustina Dorong Ekonomi dan Pelestarian Budaya Lokal

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berkomitmen untuk memperbanyak event seni dan budaya demi ekonomi kreatif.

SEMARANG, Jatengnews.id – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berkomitmen memperbanyak penyelenggaraan event seni dan budaya pada tahun 2026.

Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pelestarian nilai kearifan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kreatif.

Hal tersebut disampaikan Agustina usai menutup Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang di Uptown Mall BSB, Minggu (19/10/2025).

Baca juga : Agustina Siap Kembangkan Wisata Pantai Mangunharjo

“Saya minta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar lomba seperti ini bisa diadakan secara berkala, bahkan dari tiap kecamatan. Nanti bisa disinergikan dalam satu waktu, misalnya menjadi festival payung yang serentak di seluruh kecamatan,” ujar Agustina.

Menurutnya, kegiatan seni semacam ini tak hanya menjadi ruang ekspresi kreatif warga, tetapi juga memiliki efek domino terhadap ekonomi lokal. Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, UMKM dan pelaku ekonomi kecil akan ikut merasakan dampaknya.

“Otomatis kalau ada lomba atau pameran, warga akan berbenah, lingkungan jadi bersih, dan ekonomi pun bergerak karena ada keramaian,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Semarang yang dinilainya responsif terhadap berbagai program pemerintah. “Saya bersyukur karena masyarakat itu ‘gibras’, artinya cepat merespons ide yang diluncurkan Pemkot, baik untuk pariwisata maupun kebersihan,” tambahnya.

Lomba Melukis Payung dan Kipas tahun ini diikuti sekitar 400 peserta, terdiri dari lomba melukis kipas pada Sabtu (18/10) dan melukis payung pada Minggu (19/10). Dengan mengusung tema “Warak Ngendog — Simbol Harmoni Budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa”, kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat toleransi, melestarikan budaya lokal, serta menghidupkan ruang publik melalui aktivitas seni inklusif.

Agustina menilai bahwa ikon Warak Ngendog dapat menjadi inspirasi ekonomi kreatif baru. “Motif Warak Ngendog bisa dikembangkan menjadi produk khas, seperti suvenir atau karya seni bernilai jual tinggi,” katanya.

Baca juga : Wali Kota Semarang Agustina Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Penghargaan Kota Sehat 2025

Ia pun berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjadi wadah bagi seniman dari berbagai kalangan. “Yang paling membahagiakan adalah melihat anak-anak, remaja, hingga seniman senior berkumpul bersama. Ini menjadi ajang saling belajar dan memotivasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN