25 C
Semarang
, 13 Februari 2026
spot_img

PLN Fokus Listriki Grumbul, Rasio Elektrifikasi Jateng-DIY Sudah 100 Persen

PLN kini memfokuskan perhatian pada wilayah Grumbul atau perluasan pemukiman baru yang masih belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik.

SEMARANG, Jatengnews.id – PT PLN (Persero) memastikan rasio elektrifikasi di wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mencapai 100 persen. Meski seluruh desa sudah teraliri listrik, PLN kini memfokuskan perhatian pada wilayah Grumbul atau perluasan pemukiman baru yang masih belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik.

Hal itu disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, usai upacara Hari Listrik Nasional ke-80 di Kantor PLN UID Jateng & DIY, kepada wartawan,  Senin (27/10/2025).

Bramantyo menjelaskan, PLN Jateng dan DIY kini tengah memperluas akses listrik ke wilayah Grumbul, yaitu pemukiman kecil hasil pengembangan dari desa induk yang berisi beberapa kepala keluarga.

Baca juga: PLN Jateng dan DIY Berkomitmen Jaga Keselamatan Personel dan Pelanggan

Meski desa secara administratif telah berlistrik 100 persen, masih terdapat kawasan kecil di pedalaman yang belum mendapatkan sambungan listrik secara merata.

“Kalau desa sudah 100 persen berlistrik, sekarang fokus kami adalah ke wilayah Grumbul atau perluasan desa. Banyak di antaranya berada di Yogyakarta dan dihuni oleh keluarga pra-sejahtera yang menjadi prioritas utama kami,” jelas Bramantyo.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari amanah pemerintah agar seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah sulit dijangkau, dapat menikmati energi listrik secara adil dan merata.

“Kami berkomitmen untuk memberikan akses listrik hingga ke pelosok, agar tidak ada satu pun keluarga tertinggal dari pembangunan kelistrikan nasional,” tambahnya.

Jateng-DIY Jadi Contoh Pemerataan Energi

Saat ini, PLN telah melistriki 8.563 desa di Jateng dan 4.308 desa di DIY. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kedua provinsi tersebut telah berhasil mencapai rasio elektrifikasi 100 persen, bahkan menjadi contoh pemerataan energi di tingkat nasional.

Bramantyo juga menegaskan bahwa kondisi kelistrikan di Jateng saat ini sangat mencukupi. Dari total kapasitas pembangkitan sekitar 5.600 megawatt (MW), masih tersedia peluang besar bagi para investor dan pelaku industri untuk mengembangkan usaha di wilayah ini.

Baca juga: PLN Jateng dan DIY Sukses Sediakan 50 Posko Mudik dan SPKLU Lounge

Ke depan, PLN menargetkan peningkatan kapasitas pembangkitan nasional hingga tahun 2034, dengan tambahan sekitar 69,5 gigawatt (GW). Sebanyak 75 persen dari penambahan tersebut akan berasal dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mendukung transisi energi bersih dan berkelanjutan.

Keterlibatan swasta dalam pembangunan pembangkit terus meningkat. Dari sekitar 405 pembangkit di Jawa Tengah, 50 persen dikelola oleh pihak swasta dan independent power producer (IPP),” ungkapnya.

Menurut Bramantyo, kolaborasi dengan pihak swasta penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan memperluas jaringan listrik hingga ke wilayah yang belum terjangkau. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN