SEMARANG, Jatengnews.id — Ratusan siswa dari tingkat TK hingga SMA bersama sejumlah tokoh agama menggelar aksi krisis iklim di depan Patung Diponegoro, Semarang, Jumat (14/11/2025).
Mengenakan busana putih, massa mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB setelah melakukan long march dari Taman Indonesia Kaya menyusuri Jalan Pahlawan.
Baca juga: Pemkot Semarang Puji Konsistensi PKK dalam Pemberdayaan Keluarga
Para siswa membawa berbagai poster kreatif, salah satunya bertuliskan “Aku Army BTS Hari Ini Jadi Army Bumi Tolak Sampah.”
Koordinator Jaringan Peduli Iklim dan Alam (Jarilima), Ellen Nugroho, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari Global Climate Strike dan diikuti para pelajar yang sengaja melakukan mogok sekolah.
“Climate Strike ke-5 di Semarang ini untuk membangunkan kesadaran pemerintah dan masyarakat tentang gentingnya isu perubahan iklim,” ujarnya.
Aksi tersebut menyoroti desakan percepatan transisi dari energi fosil ke energi bersih.
“Itu harus dilakukan sesegera mungkin dengan cara yang adil,” tambah Ellen.
Ia menyebut aksi ini lahir dari kepedulian para pelajar terhadap masa depan bumi.
“Yang akan mewarisi bumi ini adalah anak-anak muda. Mereka ingin membangunkan kesadaran generasi tua bahwa dampak kebijakan hari ini akan mereka rasakan,” paparnya.
Ellen juga mengingatkan bahwa kelompok rentan akan terdampak paling berat jika krisis iklim terus berlanjut.
“Di Semarang dan Jawa Tengah, dampaknya sudah terlihat: cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, hingga krisis air. Perempuan dan penyandang disabilitas adalah yang paling rentan,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi iklim global sudah berada di ambang batas aman.
“Situasinya genting, emisi karbon masih tinggi. Pemerintah punya komitmen, tapi perlu lebih ambisius,” jelasnya.
Baca juga: Pemkot Semarang Dorong Koperasi Merah Putih Segera Aktif
Tokoh agama Buddha, Bhikkhu Ditrhisampanno Mahathera, yang ikut hadir, menilai krisis iklim juga dipicu perilaku manusia.
“Banyak bencana terjadi karena human error seperti buang sampah sembarangan dan penebangan liar,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini. “Agama mengajarkan menjaga alam. Semoga semua makhluk berbahagia,” imbuhnya.(02)




