BOYOLALI, Jatengnews.id — Energi terbarukan kini semakin mudah dikembangkan masyarakat. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, warga berhasil memanfaatkan kotoran sapi dan kambing hingga gulma eceng gondok untuk diolah menjadi biogas melalui binaan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah.
Pendamping Kelompok Pandawa Patra, Haryono, mengatakan bahwa limbah peternakan sebelumnya menjadi persoalan lingkungan. Melalui pendampingan, limbah tersebut kini dapat diolah menjadi energi alternatif.
Baca juga: Inovasi PPI Jateng 2024 Ada Alat Penjernih Limbah, Lampu Minyak Goreng, Hingga Injektor Biogas
“Kita sudah manfaatkan untuk kompor. Yang kemarin pakai BBM diganti dengan biogas. Setelah riset dan dikombinasi dengan kotoran kambing, hasilnya lebih bagus,” ujarnya dalam program Squawk Box CNBC Indonesia belum lama ini.
Menurut Haryono, dalam tiga bulan kelompoknya mampu mengumpulkan 370 karung limbah yang kemudian diproduksi menjadi biogas. Para anggota—yang sebagian merupakan penyandang disabilitas—juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik peternakan dan pertanian yang lebih baik.
“Teman-teman belajar di sini dan nanti praktik di rumah. Harapannya ekonomi mereka bisa meningkat,” tambahnya.
Selain Pandawa Patra, Pokmas Ngudi Tirto Lestari ikut memanfaatkan gulma eceng gondok dari Waduk Cengklik sebagai sumber biogas. Anggota kelompok, Dalmanto, menyebut gulma itu sebelumnya merusak alat tangkap ikan dan menyebabkan kematian ikan.
“Prosesnya batang dan daun kita ambil, akar dipisahkan. Lalu dimasukkan ke portable IPAL dan difermentasi 21 hari hingga menghasilkan gas,” jelasnya.
Biogas eceng gondok tersebut disimpan dalam ban bekas sebelum disalurkan ke kompor dan bahkan dikembangkan menjadi listrik serta pupuk.
Baca juga: Warga Jenar Binaan DLH Sragen Manfaatkan Kotoran Ternak Jadi Biogas
AFT Manager Adi Sumarmo, Hendra Permana Hermanto, mengatakan eceng gondok yang dibiarkan tumbuh liar menyebabkan eutrofikasi, sedimentasi, dan gangguan ekosistem waduk.
“Makanya kita manfaatkan. Setahun kita mengumpulkan 3.500 kg eceng gondok untuk diolah menjadi biogas dan pupuk cair,” terangnya.
Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan limbah dan gulma yang sebelumnya tidak bernilai.(02)




