24 C
Semarang
, 15 Februari 2026
spot_img

Paguyuban PathokJogo Audiensi ke Pemkab Demak, Soroti Carut-Marut Pengelolaan Makam Sunan Kalijaga

Mengungkap pertemuan keluarga besar santri tentang Makan Sunan Kalijaga dan pentingnya pengelolaan makam yang baik.

DEMAK, Jatengnews.id – Belasan perwakilan Keluarga Besar Santri Paguyuban PathokJogo Joyo Kusumo melakukan silaturahmi sekaligus audiensi ke Pemerintah Kabupaten Demak, Rabu (10/12/2025).

Rombongan yang dipimpin oleh KRMH Kyai Nur Amin itu diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, di ruang kerjanya, mewakili Bupati Demak Hj. Eisti’anah, yang berhalangan hadir karena kesibukan agenda.

Baca juga : Bupati Demak Ziarah ke Makam Sultan Fatah dan Sunan Kalijaga

Dalam audiensi tersebut, Kyai Nur Amin menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kondisi pengelolaan Makam Kanjeng Sunan Kalijaga di Kadilangu. Menurutnya, makam salah satu Wali Allah yang menjadi pusat sejarah dan peradaban Islam tersebut seharusnya menjadi ikon wisata religi unggulan Jawa Tengah, bahkan Indonesia. Namun, konflik berkepanjangan antar pengelola dinilai justru mencoreng nama besar Sunan Kalijaga dan citra Demak sebagai Kota Wali.

“Pertikaian yang berlarut-larut antar pengelola hingga saling lapor ke aparat penegak hukum meninggalkan kesan buruk di mata publik. Ini justru mengaburkan nilai luhur perjuangan Sunan Kalijaga dan menghambat pengembangan Kadilangu sebagai pusat wisata religi yang berkarisma,” tutur Kyai Nur Amin.

Senada dengan itu, Perwakilan Divisi Advokasi dan Hukum PathokJogo, Munawir, menekankan bahwa kemajuan daerah tidak terlepas dari pelestarian nilai-nilai luhur budaya pendahulu. Ia menilai masalah Kadilangu bukan semata tanggung jawab dzuriyah Sunan Kalijaga, melainkan juga tanggung jawab moral para pemangku kepentingan, termasuk Forkopimda.

“Nilai-nilai luhur semakin terkikis oleh budaya sekuler. Forkopimda dan seluruh stakeholder memiliki kewajiban moral untuk memfasilitasi penyelesaian konflik ini secara bijak agar Kadilangu kembali rukun, damai, dan memberi kemaslahatan bagi umat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PathokJogo, Sugiarto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menempuh berbagai upaya formal maupun nonformal, termasuk tiga kali menyurati pihak Kasepuhan Kadilangu untuk islah dan tabayun, namun belum mendapat respons. Audiensi dengan DPRD Demak pun telah dilakukan, yang akhirnya merekomendasikan agar Pemkab Demak memfasilitasi pertemuan seluruh pihak yang berseteru.

“Harapan kami, pemerintah daerah dapat mengundang seluruh pengelola, Forkopimda, serta dinas terkait untuk duduk bersama demi menjaga marwah Demak sebagai Kota Wali,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Demak Akhmad Sugiharto menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati dan Forkopimda untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Paguyuban PathokJogo.

Baca juga : Bawaslu Demak Bentuk Garda Kalijaga Demak Perkuat Pengawasan Pemilih Berkelanjutan

“Apa yang menjadi keluhan akan kami koordinasikan dengan Bupati dan Forkopimda. Prinsipnya, persoalan Kadilangu akan kami upayakan diselesaikan dengan cara duduk bersama secara adat dan kekeluargaan. Tindak lanjutnya akan kami sampaikan kemudian,” pungkasnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN