29 C
Semarang
, 5 Januari 2026
spot_img

Jalan Rusak Parah, Warga Bonang Demak Desak Segera Lakukan Perbaikan

Kondisi jalan rusak Demak mengancam keselamatan. Bacalah pengalaman warga dan solusi untuk perbaikan yang diperlukan.

DEMAK, Jatengnews.id – Warga Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, mengeluhkan kondisi jalan kabupaten di wilayah mereka yang kian memprihatinkan.

Jalan yang hanya dilapisi padas tersebut semakin rusak saat musim hujan, dipenuhi lubang, kubangan air, serta permukaan licin menyerupai lumpur yang membahayakan pengguna jalan.

Baca juga : Ratusan Kilometer Jalan di Demak Rusak, Dinputaru Siapkan Penanganan Bertahap

Salah satu warga, Sri Ningsih, menceritakan pengalamannya saat melintasi jalan tersebut. Ia mengaku pernah terjatuh bersama suaminya akibat kondisi jalan yang licin dan tidak rata.

“Waktu itu habis gerimis, jalannya licin, banyak lubang dan batu yang menonjol. Pas menghindari lubang, ban belakang kena batu, lalu terpeleset dan jatuh,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Sri Ningsih menambahkan, sejak dulu wilayah tersebut kerap dilanda banjir. Bahkan saat masih kuliah, ia harus menitipkan kendaraan dan berjalan kaki menerjang banjir setinggi lutut. Kini, meski banjir mulai berkurang, kondisi jalan justru menyerupai kolam ikan saat hujan turun.

Ia berharap pemerintah tidak hanya meninggikan jalan dengan padas secara sementara, tetapi juga melakukan pendalaman sungai dan perbaikan menyeluruh.

“Korban sudah banyak yang jatuh, termasuk saya dan suami. Jalan ini dijanjikan sejak 2021 atau 2022, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan Dwi Mustika Melati, warga setempat sekaligus mahasiswi yang hampir setiap hari melewati jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah dan tergenang air saat hujan sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor.

“Selain rusak dan berlubang, penerangan jalan juga tidak ada. Ini memperlambat mobilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan serta kerusakan kendaraan. Kami berharap ada perbaikan segera, bukan sekadar janji kampanye,” tegasnya. Dwi juga dikenal sebagai aktivis PMII Demak.

Sementara itu, warga lain yang enggan disebutkan namanya menilai perbaikan dengan sirtu yang dilakukan sebelumnya hanya bersifat jangka pendek.

“Untuk jangka panjang seharusnya dicor beton permanen,” katanya.

Ia juga menyebutkan masih ada titik lain yang tergenang parah, seperti di depan SMP Bonang dan Kantor Kecamatan Bonang. Jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer, dari kawasan Bumdesma UPK Bonang hingga Keripik, telah terendam air lebih dari tiga bulan, bahkan hingga berlumut dan licin.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. Beberapa solusi yang diusulkan antara lain normalisasi sungai dari hulu hingga hilir untuk membersihkan sedimentasi dan sampah, pengembangan sistem drainase berkelanjutan yang mampu menampung kapasitas hujan maksimal, penggunaan material permeabel pada jalan, serta pembangunan kolam retensi atau danau buatan sebagai penampung air sementara.

Selain itu, pengaturan buka-tutup bendungan di hulu juga dinilai penting agar aliran air dapat dikendalikan saat rob maupun saat surut.

Baca juga : Warga Desak Pemerintah Perbaikan Jalan Rusak di Demak-Bonang

Warga berharap, dengan kondisi yang terus berulang–keluhan ini bisa segera mendapat perhatian serius agar akses jalan di Tridonorejo, Bonang kembali layak dan aman digunakan masyarakat. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN