DEMAK, Jatengnews.id – Kabupaten Demak berpeluang kembali menerima manfaat besar dari program revitalisasi satuan pendidikan nasional yang akan diperluas pemerintah pada tahun 2026.
Pemerintah pusat menargetkan sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia masuk dalam program revitalisasi sebagai upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
Baca juga : Proyek Sekolah Rakyat di Demak Tertunda Akibat Masalah Lahan
Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti saat meresmikan SD Negeri Wonorejo 2, Kecamatan Karanganyar, yang telah rampung direvitalisasi. Menurutnya, revitalisasi sekolah merupakan kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membangun fondasi pendidikan berkualitas bagi lahirnya generasi unggul.
Pada tahun 2026, pemerintah telah mengamankan alokasi awal dalam APBN sebesar Rp 14 triliun untuk merevitalisasi sekitar 11 ribu sekolah. Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, cakupan program ini akan diperluas hingga sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
“Tahun 2026 yang sudah aman di APBN ada Rp 14 triliun untuk sekitar 11 ribu sekolah. Tapi setelah komunikasi dengan Presiden, jumlahnya akan ditambah sekitar 60 ribu satuan pendidikan, sehingga totalnya menjadi sekitar 71 ribu sekolah,” ujar Prof. Mu’ti, Senin (5/1/2026).
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.175 satuan pendidikan secara nasional. Hingga saat ini, realisasi pembangunan program tersebut telah mencapai lebih dari 95 persen.
Sementara itu, Kabupaten Demak tercatat menjadi salah satu daerah penerima manfaat signifikan. Sebanyak 110 satuan pendidikan di Demak telah direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp 76 miliar. Rinciannya meliputi 4 PAUD, 73 SD, 16 SMP, 6 SMA, 7 SMK, 1 SLB, dan 3 PKBM.
Selain meningkatkan kualitas sarana pendidikan, program revitalisasi juga dinilai berdampak langsung pada perekonomian lokal. Program ini dilaksanakan dengan sistem swakelola, yang mampu menyerap 10 hingga 20 tenaga kerja lokal di setiap sekolah.
“Serapan tenaga kerjanya luar biasa. Warga sekitar ikut bekerja, belanja bahan di toko-toko lokal, sehingga pembangunan dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelas Prof. Mu’ti.
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen juga mengapresiasi hasil revitalisasi SD Negeri Wonorejo 2 yang dinilainya memiliki kualitas bangunan sangat baik.
Baca juga : 181 Sekolah di Demak Raih Predikat Adiwiyata
“Bangunan SD Negeri Wonorejo 2 sangat keren. Ini salah satu SD yang dibangun dengan kualitas sangat baik,” ungkapnya. (03)




