SEMARANG, Jatengnews.id – Sebanyak 75 siswa SMK Negeri 11 Semarang mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (8/1/2026). Hingga Jumat (9/1/2026), dua siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Plt Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah I Disdikbud Jawa Tengah, Haris Wahyudi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan gejala mulai dirasakan siswa pada sore hari.
Baca juga: Danlanud Adi Soemarmo Awasi Operasional Dapur Program MBG
“Kejadiannya kemarin. Setelah menerima MBG, sore sekitar pukul 16.00 WIB siswa mulai mengeluh mual dan pusing,” kata Haris kepada Jatengnews.id, Jumat (9/1/2026).
Dari 75 siswa yang melapor, empat siswa sempat dirawat di rumah sakit. Dua di antaranya telah dipulangkan, sementara dua lainnya masih dirawat di RS Hermina Banyumanik, Semarang.
“Yang dirawat sempat empat, sekarang tinggal dua. Satu karena penyakit bawaan, satu masih observasi,” ujarnya.
Haris menyebutkan, dugaan sementara keracunan berasal dari makanan MBG yang dikonsumsi siswa. Menu saat itu terdiri dari nasi, oseng labu jipang, perkedel tahu, ayam suwir, dan buah semangka.
“Ada laporan dari siswa, lauk ayamnya dirasa basi,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan MBG sementara dihentikan. Tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat juga telah turun ke lokasi untuk melakukan evaluasi.
Baca juga: Keracunan MBG di Sragen, Pemprov Jateng Hentikan Sementara Program
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro, Letkol Inf Andy Soelistyo, menegaskan bahwa Kodam tidak mengelola SPPG tersebut.
“SPPG sepenuhnya dijalankan oleh BGN. TNI hanya melakukan pendampingan terbatas,” kata Andy dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, dapur MBG tersebut berada di lahan milik TNI dengan nama SPPG Banyumanik Pudakpayung IV. Hingga kini, Jatengnews.id masih berupaya mengonfirmasi pengelola SPPG terkait insiden tersebut.(02)






