SEMARANG, Jatengnews.id – The Grandia Group mencatatkan langkah baru di sektor properti nasional dengan mengembangkan konsep Green Residential, menjadikannya sebagai pengembang pertama di Indonesia yang mengusung hunian berbasis keberlanjutan secara menyeluruh.
Adapun, proyek ini digarap bersama PT Jateng Petro Energi (JPEN) dan diyakini menjadi terobosan dalam upaya menekan dampak perubahan iklim dari sektor properti.
Baca juga : Pemprov Jateng Dorong Perumahan Hijau sebagai Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kolaborasi antara The Grandia Group dan JPEN yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bertepatan dengan kegiatan groundbreaking Cluster Sakalint di kawasan The Grandia Metropolis, Selasa (13/1/2026).
Direktur Utama PT JPEN, Dwi Budi Sulistyana, menyampaikan bahwa kolaborasi ini telah melalui perencanaan yang matang. Menurutnya, kedua pihak sepakat merumuskan konsep hunian yang berorientasi pada keberlanjutan dengan dukungan energi hijau sebagai parameter utama.
“Diskusi kami berlangsung intens, singkat namun substansial. Fokusnya bagaimana menghadirkan hunian yang benar-benar berkelanjutan, salah satunya dengan pemanfaatan energi hijau sebagai penopang utama,” ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai proyek Green Residential sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mendorong pengembangan ekonomi hijau dan energi terbarukan.
“Kami mengapresiasi The Grandia Group atas terobosan hunian ramah lingkungan ini. Jawa Tengah ke depan diarahkan menuju green economy dan energi terbarukan, dan proyek ini sangat relevan dengan visi tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Co-Founder The Grandia Group, Aurellia Inez Megaputri, menjelaskan bahwa konsep Green Residential Living akan diterapkan secara bertahap. Tahap awal mencakup pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan panel surya (solar PV rooftop) di setiap unit rumah dan fasilitas umum, serta penggunaan lampu jalan berbasis tenaga surya.
“Selain itu, kami juga mendorong transisi energi rumah tangga dengan penggunaan gas berbasis CNG guna mengurangi ketergantungan pada LPG konvensional,” jelasnya.
Aurellia menambahkan, desain bangunan akan mengedepankan efisiensi energi melalui optimalisasi ventilasi dan pencahayaan alami, serta penggunaan material ramah lingkungan. Pengelolaan kawasan juga mencakup sistem pengolahan sampah terintegrasi, mulai dari komposting hingga pengembangan bank sampah.
Tak hanya itu, kawasan ini juga akan dilengkapi sistem Smart Green Energy yang memungkinkan pemantauan konsumsi energi dan kondisi lingkungan secara digital, serta infrastruktur pendukung kendaraan listrik.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan hunian yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Baca juga : Perkuat Kedaulatan Digital IOH dan GoTo Luncurkan Sahabat-AI: LLM Open-Source Bahasa Indonesia
Proyek Green Residential ini akan dibangun di Cluster Sakalint, The Grandia Metropolis, dan diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan perubahan iklim global melalui sektor properti. (03)






