28 C
Semarang
, 18 Januari 2026
spot_img

Target Swasembada Pangan 2026, Gubernur Jateng Satukan Langkah Kepala Daerah

Komitmen tersebut menjadi bagian dari roadmap pembangunan bertajuk Meneguhkan Posisi Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional, serta melibatkan instansi vertikal seperti Kodam IV/Diponegoro, Polda Jawa Tengah, dan BPS Jawa Tengah.

SURAKARTA, Jatengnews.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat realisasi swasembada pangan 2026 dengan menandatangani komitmen bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi di Surakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Penanganan Banjir Kudus

Komitmen tersebut menjadi bagian dari roadmap pembangunan bertajuk Meneguhkan Posisi Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional, serta melibatkan instansi vertikal seperti Kodam IV/Diponegoro, Polda Jawa Tengah, dan BPS Jawa Tengah.

“Swasembada pangan tidak bisa dijalankan sendiri. Harus terkoneksi dari gubernur, bupati, hingga wali kota, termasuk dukungan instansi vertikal,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, sinergi antardaerah menjadi kunci mulai dari penentuan luasan lahan, komoditas unggulan, produksi, hingga distribusi dan pemasaran hasil pertanian.

Dalam roadmap ketahanan pangan 2026, Pemprov Jateng menargetkan produksi padi mencapai 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat sekitar 12 persen dibanding 2025. Sementara produksi jagung ditargetkan 3,7 juta ton dan tebu 4,4 juta ton.

Untuk mendukung target tersebut, intervensi benih padi akan difokuskan pada 12 kabupaten sentra produksi, di antaranya Cilacap, Brebes, Demak, Grobogan, Sragen, hingga Pati. Adapun pengembangan jagung dilakukan di delapan kabupaten dengan luas lahan sekitar 3.200 hektare.

“Setiap daerah punya peran. Kita petakan potensi wilayah agar target produksi tercapai,” ujarnya.

Gubernur juga menegaskan larangan alih fungsi lahan pertanian produktif. Ia meminta seluruh kepala daerah patuh menjaga lahan hijau dan berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.

Baca juga: Pemprov Jateng Tekan Harga Pangan, GPM Digelar

“Alih fungsi lahan tidak boleh main-main. Kalau melanggar, akan saya tindak,” tegasnya.

Selain tanaman pangan, target swasembada juga mencakup sektor peternakan dan perikanan. Jawa Tengah menargetkan peningkatan produksi daging, telur, susu, perikanan tangkap, budidaya, hingga garam rakyat.

Dengan langkah terintegrasi tersebut, Ahmad Luthfi optimistis Jawa Tengah mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan Indonesia pada 2026.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN