SEMARANG, Jatengnews.id – Dua mahasiswa Magister Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip), Hilya Hafiyya Rahma dan Maulida Arlina, berhasil meraih beasiswa Japan Student Services Organization (JASSO).
Mereka mengikuti program Short-term Exchange / Special Research Student di Toyohashi University of Technology (TUT), Jepang. Keduanya dijadwalkan berangkat pada awal Maret 2026.
Adapun, program ini merupakan bagian dari kolaborasi riset internasional antara Fakultas Teknik Undip dan Toyohashi University of Technology, yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalani International Research Training selama empat bulan di Water Environment Engineering Laboratory, TUT.
Baca juga : Inovasi Kuliner: Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Schotel Jagung sebagai Olahan Pangan Lokal
Di bawah supervisi Prof. Kuriko Yokota, Hilya dan Maulida akan meneliti jalur degradasi plastik dan pembentukan mikroplastik menggunakan metode karakterisasi polimer mutakhir, seperti ATR-FTIR spectroscopy dan analisis mikroskopis.
Temuan riset tersebut akan menjadi penguat utama tesis masing-masing mahasiswa sekaligus diarahkan untuk publikasi ilmiah internasional.
Hilya menyampaikan bahwa data hasil riset di Jepang akan diintegrasikan langsung ke dalam penelitiannya.
“Hasil penelitian ini akan memperkuat tesis saya dan menjadi dasar penulisan artikel ilmiah bersama mitra di Toyohashi University of Technology,” ujarnya.
Dalam risetnya, Hilya mengkaji pencemaran mikroplastik di pulau-pulau kecil dengan pendekatan One Health, khususnya pada kawasan wisata bahari di Indonesia.
Sementara itu, Maulida memfokuskan penelitian pada proses degradasi plastik di lingkungan dengan tingkat aktivitas manusia yang berbeda, guna memahami mekanisme fragmentasi plastik dan dampaknya terhadap ekosistem.
Hilya berharap kesempatan ini tidak hanya berdampak pada pengembangan riset pribadi, tetapi juga membawa kontribusi bagi institusi dan bangsa.
“Saya berharap dapat membawa nama baik Undip serta menyerap ilmu sebanyak mungkin untuk pengembangan keilmuan di Indonesia,” tuturnya.
Keberhasilan ini menegaskan komitmen Fakultas Teknik Undip dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan mutu riset mahasiswa, serta berkontribusi pada penyelesaian isu lingkungan global yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Baca juga : Kasus Mahasiswa PPDS, Staf Prodi Anestesi Undip Dituntut 1,6 Tahun Penjara
Program ini diharapkan mampu memperkuat reputasi akademik Undip sekaligus menghadirkan solusi ilmiah berkelanjutan bagi Indonesia. (03)






