KARANGANYAR, Jatengnews.id – Faktor cuaca menjadi hambatan dalam proses pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Selasa (20/1/2026).
Penggunaan drone saat operasi pencarian, tidak dapat dilakukan secara maksimal, akibat angin kencang serta cuaca yang selalu berubah di puncak Bukit Mongkrang.
Baca juga : Pendaki Gunung Slamet yang Hilang Ditemukan Meninggal di Pos 9
Hal tersebut dikatakan Koordinator SAR Pos Mongkrang, Yohan Tri Anggoro, kepada wartawan Selasa (20/1/2026). Dijelaskannya, Tim SAR Gabungan berharap dapat mempercepat pencarian dengan menggunakan drone di daerah curam serta wilayah yang sulit dijangkau.
“Drone tidak dapat maksimal karena faktor angin yang kencang,”ujarnya.
Dikatakannya, pada tiga hari proses pencarian, Tim SAR kembali melakukan penyisiran secara intensif melalui jalur darat. Tim SAR gabungan mengerahkan sembilan tim penyisiran yang disebar ke sejumlah titik strategis.
“Fokus utama pencarian dimulai dari Point Last Seen (PLS), yakni titik terakhir korban terlihat berdasarkan keterangan saksi.Dari PLS kami lakukan penyisiran secara vertikal karena medannya sangat curam. Untuk itu kami membutuhkan tambahan peralatan, terutama tali. Tali 50 meter masih kurang, sehingga kami tambahkan peralatan,”terangnya.
Pihaknya juga melakukan penyisiran juga dilakukan hingga ke wilayah Jeblok, yang menjadi titik terjauh pencarian, serta ke area Sekipan.
Seperti diketahui, Yasid Ahmad Firdaus (26) warga Perum Angsana Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, dinyatakan hilang saat melakukan pendakian ke bukit Mongkrang pada hari Minggu (18/1/2026).
Baca juga : Pendaki Asal Colomadu Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar
Sebelumnya, Yasid mendaki ke bukit Mongkrang bersama tiga orang rekannya, yakni Salman, Cahya, dan Riyan. (03)






